Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Obesitas dengan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di SMKN 1 Kota Kediri Jihan Salsabila Hermawan; Desy Dwi Cahyani; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Dwi Estuning Rahayu
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.21

Abstract

Obesitas di kalangan remaja berpotensi mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. Gangguan menstruasi sering ditemukan pada remaja dengan obesitas, yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi jangka panjang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel remaja putri di SMKN 1 Kota Kediri yang mengalami obesitas. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yang terdiri dari remaja obesitas. Data dikumpulkan melalui pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menentukan obesitas serta kuesioner untuk menilai karakteristik menstruasi, termasuk keteraturan siklus, durasi, dan volume perdarahan. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan gangguan menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan gangguan menstruasi pada remaja putri (p < 0,00). Ketidakseimbangan hormon reproduksi pada remaja obesitas dapat memengaruhi proses ovulasi, yang berakibat pada gangguan siklus menstruasi. Peningkatan kadar estrogen akibat jaringan lemak berlebih dapat menghambat umpan balik negatif terhadap hormon luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH), sehingga mengganggu pematangan folikel dan ovulasi. Selain itu, resistensi insulin yang sering terjadi pada individu obesitas dapat meningkatkan produksi androgen ovarium, yang berkontribusi terhadap anovulasi dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan reproduksi jangka panjang, seperti hiperplasia endometrium dan infertilitas. Oleh karena itu, edukasi tentang pola hidup sehat penting bagi remaja obesitas untuk mengurangi risiko gangguan menstruasi.