Feni Elda Fitri
Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan keperawatan pasien stroke dengan masalah gangguan mobilitas fisik fokus intervensi range of motion (ROM) Feni Elda Fitri; Marliyana Marliyana; Nurhayati Nurhayati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.1252

Abstract

Background: Stroke is a sudden, rapidly developing brain disorder that lasts more than 24 hours. It is caused by ischemia or hemorrhage in the brain. In this condition, oxygen supply to the brain is disrupted and can affect nerve function in the brain, which can cause loss of consciousness. Impaired physical mobility is a limitation in the physical movement of one or more extremities independently. Range of motion (ROM) exercises are exercises performed to maintain or improve the level of perfection of the ability to move joints normally and completely to increase muscle tone and muscle mass. Purpose: To analyze data on stroke patients with additional literature sources and with physical mobility disorders. Focusing on Range of Motion (ROM) interventions at the Sekincau Community Health Center, West Lampung. Method: This research paper uses a descriptive approach using a case study design. This study aims to implement nursing care for stroke patients with impaired physical mobility, focusing on range of motion (ROM) interventions. Results: This study shows that on day 3, patients 1 and 2 experienced partially resolved physical mobility impairments related to weakness, with the following outcome criteria: Patient 1 reported increased muscle strength in the right side of the body, no longer experiencing pain when moved, and no longer experiencing joint stiffness, with muscle strength increasing from a scale of 3 to a scale of 4. Patient 2 reported increased muscle strength in several parts of the body, no longer experiencing pain when moved, and no longer experiencing joint stiffness, with muscle strength increasing from a scale of 2 to a scale of 3.   Keywords: Nursing Care; Impaired Physical Mobility; Stroke.   Pendahuluan: Stroke adalah gangguan yang menyerang otak secara mendadak dan berkembang cepat yang berlangsung lebih dari 24 jam ini disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik di otak sehingga pada keadaan tersebut suplai oksigen ke otak terganggu dan dapat mempengaruhi kinerja saraf di otak, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Gangguan mobilitas fisik yaitu keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekskremitas secara mandiri. Range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan tonus otot dan masa otot. Tujuan: Untuk menganalisa data pada Pasien Stroke tambahan sumber kepustakaan dan Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Fokus Intervensi Range Of Motion (ROM) di Puskesmas Sekincau, Lampung Barat. Metode: peulisan karya ilmiah ini menggunakan deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien stoke dengan masalah gangguan mobilitas fisik fokus intervensi range of motion (ROM). Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa dari pasien 1 dan pasien 2 pada hari ke 3 yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan tindakan teratasi sebagian dengan kriteria hasil yang didapatkan pada pasien 1 dan 2 yaitu Pasien 1 mengatakan bagian tubuh sebelah kanan sudah mulai mengalami peningkatan kekuatan otot, sudah tidak nyeri apabila digerakan, sendi sudah tidak kaku dengan peningkatan nilai kekuatan otot yang semula di skala 3 menjadi skala 4 sedangkan pada Pasien 2 mengatakan di beberapa bagian tubuh sudah mulai mengalami peningkatan kekuatan otot, sudah tidak nyeri apa bila digerakan, sendi sudah tidak kaku dengan peningkatan nilai kekuatan otot yang semula dengan skala 2 menjadi skala 3.   Kata kunci: Asuhan Keperawatan; Gangguan Mobilitas Fisik; Stroke.
Penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak usia pra sekolah Feni Elda Fitri; Nurhayati Nurhayati; Tri Riwayati Ningsih
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v1i2.1256

Abstract

Background: Preschoolers aged 3-6 years are experiencing a crucial period that lays the foundation for their future development. Handwashing is the process of vigorously rubbing both surfaces of the hands together using an appropriate substance and rinsing with water. Purpose: To eliminate as many microorganisms as possible, it also reveals that handwashing (also considered hand hygiene) is essential. Method: Descriptive research using a case study method. Results: The effect of the singing method on handwashing skills in preschool-aged children was found to have an impact on children's abilities before and after being exposed to the singing method. Results: The effect of the singing method on handwashing skills in preschool-aged children was found to have an impact on children's abilities before and after being exposed to the singing method. Conclusion: Before the implementation, Subjects 1 and 2 were unable to perform the six steps of handwashing correctly. After five days of implementation, changes were observed in Subjects 1 and 2's ability to perform the six steps of handwashing correctly without assistance. Recommendation: Health workers should provide counseling on the implementation of the singing method to improve handwashing skills in preschool-aged children. It is hoped that respondents will understand the benefits of implementing the health education activities provided.   Keywords: Handwashing skills; Literature; Preschool-aged children; Singing method.   Pendahuluan: Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun dimana anak mengalami masa yang sangat penting sebagai pondasi atau dasar untuk perkembangan masa depannya. Mencuci tangan adalah proses menggosok kedua permukaan tangan dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat yang sesuai dan dibilas dengan air. Tujuan: Untuk menghilangkan mikroorganisme sebanyak mungkin juga mengungkapkan bahwa cuci tangan (juga dianggap hygiene tangan) Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil: Metode bernyanyi terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak usia pra sekolah ditemukan adanya kemampuan anak sebelum dan sesudah diberikan penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan mencuci tangan. Simpulan: Sebelum diberikan penerapan pada subjek 1 dan subjek 2 belum mampu melakukan 6 langkah cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Setelah diberikan penerapan selama 5 hari di dapatkan perubahan kemapuan subjek 1 dan 2 mampu melakukan 6 langkah cara mencuci tangan dengan baik dan benar tanpa bantuan orang lain. Saran: Tenaga kesehatan mampu memberikan penyuluhan tentang penerapan metode bernyanyi untuk meningkatkan kemampuan mencuci tangan pada anak usia pra sekolah, diharapkan responden memahami manfaat penerapan kegiatan pendidikan kesehatan yang diberikan.   Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah Kepustakaan; Kemampuan Mencuci Tangan; Metode Bernyanyi.