Muhammad Ihsan Dwiyanto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KASUS PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS KNEE SINISTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED (IR), TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS), DAN THERABAND EXERCISE Muhammad Ihsan Dwiyanto; Susanti, Nur
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jar.v4i2.27698

Abstract

Osteoarthritis Knee merupakan penyakit degeneratif pada sendi lutut karena adanya abrasi tulang rawan sendi dan pembentukan tulang baru pada permukaan persendian. Problemtika Osteoarthritis yaitu adanya nyeri, keterbatasan LGS, Kelemahan otot dan penurunan aktivitas fungsional. Pemeriksaan fisioterapi meliputi nyeri dengan VAS, LGS dengan goniometer, kekuatan otot dengan MMT dan aktivitas fungsional engan Indeks WOMAC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan intrvensi terhadap kondisi Osteoarthritis knee sinistra. Penelitian ini dilakukan di RSUD SOESELO Kabupaten Tegal dengan desain penelitian deskriptif analitik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan studikasus. Subjek penelitian ini adalah pasien dengan kondisi Osteoarthritis Knee sinistra dengan modalitas IR, TENS dan Theraband exercise. Metode yang digunakan untuk pengambilan data analisis data penelitian ini dengan menggunakan metode autoanamnesis. Instrumen pada penelitian in adalah nyeri, LGS, keuatan otot dan aktivitas fungsional. Dari hasil penelitian yang dilakukan sebanyak 4 kali terapi menunjukan hasil sebagai berikut (1) terdapat penuruna nyeri diam dari T1 = 3 menjadi T4 = 0, nyeri tekan dari T1 = 8 menjadi T4 = 4 dan nyeri gerak dari T1 = 8 menjadi T4= 5. (2) Adanya peningkatan kekuatan otot fleksor knee sinistra dari T1= 3 menjadi T4= 4, ekstensor knee sinistra dari T1= 3 menjadi T4= 4. (3) Tidak ada penurunan spasme. Dari T1 sampai T4 masih terdapat spasme. (4) Adanya peningkatan LGS dari T1= Sa= 5°-0°-85° Sp= 5°-0°-100°  menjadi T4= Sa= 5°-0°-85°  Sp= 5°-0°-100°. (5) Adanya peningkatan aktivitas daily living. T1= 79 (sangat berat) menjadi T4= 70 (berat). Simpulan penelitian diatas bahwa intervensi fisioterapi dengan modalitas IR, TENS dan Theraband exercise dapat mengurangi problematika yang timbul pada kondisi osteoarthritis.   Kata kunci: Osteoarthritis , IR, TENS, Theraband exercise