Wulandari, Anggianita Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTRIBUSI PENGAMAT INTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN; STUDI KASUS DI SDN KANGGRAKSAN Wulandari, Anggianita Putri; Khaerunisa, Neila Febry
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1908

Abstract

This study aims to analyze the role of intrakurikuler observers in enhancing the quality of classroom learning. Using a qualitative approach and a case study design at SDN Kanggraksaan from April 2025, this research involved four key informants: one intrakurikuler observer, two classroom teachers, and one principal. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that the consistency of intrakurikuler implementation and the proactive role of teachers as mentors have established a strong foundation for learning, marked by high student participation. The intrakurikuler observer acts as a catalyst for continuous improvement by providing specific and formative feedback. This feedback supports teachers in identifying areas for development in teaching methods, technology integration, students’ critical thinking skills, and the creation of an inclusive classroom environment. Therefore, intrakurikuler observers play a significant role in driving pedagogical innovation and fostering a culture of continuous learning improvement in schools.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis peran pengamat intrakurikuler dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus di SDN Kanggraksaan pada April 2025, penelitian ini melibatkan empat informan utama, yaitu satu pengamat intrakurikuler, dua guru kelas, dan satu kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan non-aktif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi pelaksanaan intrakurikuler dan peran guru sebagai pembina telah menciptakan fondasi pembelajaran yang kuat dengan partisipasi siswa yang tinggi. Pengamat intrakurikuler berperan sebagai katalisator perbaikan berkelanjutan melalui pemberian umpan balik formatif yang spesifik dan terarah. Umpan balik ini membantu guru mengidentifikasi area peningkatan dalam variasi metode, integrasi teknologi, pengembangan keterampilan berpikir siswa, dan penciptaan lingkungan inklusif. Dengan demikian, pengamat intrakurikuler memainkan peran penting dalam mendorong inovasi pedagogis dan budaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.