Pengembangan keterampilan berpikir kritis (KBK) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) merupakan fondasi esensial untuk menyiapkan peserta didik menghadapi kompleksitas dan dinamika abad ke-21. Namun, realitas praktik pembelajaran seringkali masih didominasi oleh pendekatan transmisi pengetahuan dan penggunaan pertanyaan tertutup yang cenderung menghambat penalaran mendalam. Dalam konteks ini, Pertanyaan Terbuka Terstruktur (Structured Open-Ended Questions - SOEQs) muncul sebagai strategi pedagogis yang memiliki potensi besar untuk memicu proses kognitif tingkat tinggi. Meskipun demikian, belum ada kerangka konseptual yang komprehensif dan terintegrasi yang secara eksplisit menghubungkan desain dan implementasi SOEQs dengan perkembangan KBK siswa SD secara sistematis. Studi konseptual ini bertujuan untuk secara sistematis menyusun sebuah kerangka konseptual yang holistik mengenai pengembangan KBK siswa SD melalui implementasi SOEQs. Penelitian ini mengadopsi pendekatan studi konseptual yang berbasis pada tinjauan literatur sistematis. Analisis tematik dan naratif diterapkan pada sumber-sumber ilmiah terkini yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2025, melibatkan sintesis berbagai teori dan temuan penelitian untuk mengidentifikasi komponen-komponen kunci serta hubungan antar-konsep. Dari sintesis literatur, diusulkan sebuah kerangka konseptual yang terdiri dari empat komponen inti yang saling berkaitan: Desain SOEQs berbasis Taksonomi Bloom Revisi untuk memandu tingkat kognitif, Strategi Implementasi Pedagogis konstruktivis yang berpusat pada siswa, Proses Kognitif Siswa yang teraktivasi oleh intervensi pertanyaan, dan Indikator KBK spesifik SD yang dapat diamati dan dinilai. Kerangka ini menunjukkan bagaimana interaksi dinamis antara keempat komponen ini berkontribusi pada pengembangan KBK yang lebih efektif. Kerangka konseptual yang diusulkan ini memberikan landasan teoretis yang kuat dan panduan operasional yang jelas bagi para pendidik. Kontribusinya sangat signifikan dalam memperkaya pedagogi pertanyaan, memberikan arah yang lebih terfokus pada pengembangan kognitif anak di jenjang sekolah dasar. Kerangka ini juga membuka jalan bagi penelitian empiris lebih lanjut untuk menguji efektivitasnya di lapangan.