Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Elastisitas Permintaan BBM Non-Subsidi RON 92 di DKI Jakarta: Peran Harga Sendiri, Harga Pesaing, Harga Produk Substitusi, dan Pendapatan Firdaus Sustanto; Sabar Sabar
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/xtx15146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas permintaan BBM non-subsidi RON 92 di DKI Jakarta dengan mempertimbangkan pengaruh harga sendiri, harga pesaing, harga produk substitusi, dan pendapatan masyarakat. Penelitian menggunakan data sekunder bulanan periode Oktober 2021 hingga Desember 2025 sebanyak 51 observasi. Data volume penjualan diperoleh dari data internal perusahaan dalam bentuk agregat bulanan, sedangkan data harga diperoleh dari publikasi resmi perusahaan energi nasional dan perusahaan pesaing. Pendapatan masyarakat diproksikan dengan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta. Untuk menjaga netralitas akademik dan kerahasiaan komersial, nama dagang produk tidak disebutkan secara eksplisit. Metode analisis menggunakan regresi linier berganda dengan model log-log, sehingga koefisien dapat diinterpretasikan sebagai elastisitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan residual berdistribusi normal berdasarkan Kolmogorov-Smirnov dan tidak terdapat multikolinearitas serius. Namun, Uji Glejser dan Uji Park mengindikasikan heteroskedastisitas, serta uji autokorelasi menunjukkan korelasi serial positif, sehingga pengujian signifikansi menggunakan HAC/Newey-West robust standard errors. Hasil estimasi menunjukkan bahwa harga sendiri berpengaruh negatif signifikan dengan elastisitas sebesar -0,751. Nilai ini menunjukkan bahwa permintaan BBM non-subsidi RON 92 bersifat inelastis, karena kenaikan harga 1% hanya menurunkan permintaan sekitar 0,751%. Harga pesaing berpengaruh positif signifikan dengan elastisitas silang sebesar 0,412, yang mengindikasikan hubungan substitusi antar produk RON 92, meskipun responsnya relatif inelastis. Harga produk substitusi RON lebih tinggi memiliki elastisitas 0,012 dan tidak signifikan, sehingga tidak terbukti menjadi substitusi langsung bagi produk RON 92. Pendapatan berpengaruh positif signifikan dengan elastisitas 1,100, menunjukkan bahwa BBM non-subsidi RON 92 merupakan barang normal dengan respons pendapatan yang elastis. Secara simultan, variabel harga sendiri, harga pesaing, harga produk substitusi, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap permintaan. Temuan ini menegaskan bahwa permintaan BBM non-subsidi RON 92 di DKI Jakarta terutama dipengaruhi oleh sensitivitas harga sendiri, dinamika harga pesaing, dan daya beli masyarakat.
A Study of Customer Resonance and Loyalty: The Moderating Role of Brand Value Among Used BMW Car Owners Nuuru Rizky Ammalia; Sabar Sabar; Mahendra Wardhana; Prasetyo Wahyudie
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 4 No. 12 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v4i12.911

Abstract

The luxury automotive industry in Indonesia continues to demonstrate stable growth despite economic pressures and technical challenges, particularly in classic models. BMW, as a dominant luxury car brand, has successfully maintained user loyalty, including for older models such as the E46 and F30. This study aims to analyze the influence of brand experience, brand trust, and brand image on customer loyalty, with brand resonance as a mediating variable and brand value as a moderating variable. A quantitative approach was employed by distributing online questionnaires to users of BMW 3 Series (E46 and F30) in Surabaya, Jakarta, Bekasi, and Solo. Data were analyzed using structural equation modeling (SEM) with AMOS 26. The results indicate that brand experience and brand trust have a positive and significant effect on brand resonance, while brand image does not have a significant effect. Brand resonance was found to significantly mediate the relationship with customer loyalty. Brand value also positively moderates the relationship between brand resonance and customer loyalty. These findings highlight the importance of emotional experience, community involvement, and perceived brand value in fostering loyalty, even for vehicles that are not the owners’ primary cars. This study emphasizes that loyalty is shaped not only by functional satisfaction but also by long-term emotional attachment, particularly in the context of classic luxury cars.
EFEKTIVITAS VIDEO EXPLAINER MOTION GRAPHICS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN JAJANAN BERBAHAYA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Muhammad Siddiq Ar Rasyid Hamim; Sabar Sabar; Wisnu Wijaya; Yosia Enggar Kurniawan; Sayatman Sayatman
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6334

Abstract

Rendahnya literasi keamanan jajanan pada anak sekolah dasar menyebabkan ketidakmampuan dalam membedakan makanan yang aman dan beresiko bagi kesehatan. Anak usia 9–12 tahun cenderung memilih jajanan berdasarkan daya tarik visual seperti warna dan bentuk, sehingga rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta menguji efektivitas media edukasi berupa video explainer motion graphics dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas 4-6 sekolah dasar mengenai bahaya jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Perancangan video menerapkan prinsip Multimedia Learning agar penyampaian informasi bersifat sederhana, terstruktur, dan sesuai dengan kapasitas kognitif anak pada tahap operasional konkret. Metode penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan melibatkan 10 siswa sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi pada 30 sekolah dasar di Kota Surabaya, dan wawancara dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui signifikansi peningkatan skor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 38,5 pada pre-test menjadi 87,5 pada post-test dengan nilai p-value sebesar 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa video explainer motion graphics efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai keamanan jajanan.
EFEKTIVITAS VIDEO EXPLAINER MOTION GRAPHICS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN JAJANAN BERBAHAYA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Muhammad Siddiq Ar Rasyid Hamim; Sabar Sabar; Wisnu Wijaya; Yosia Enggar Kurniawan; Sayatman Sayatman
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6334

Abstract

Rendahnya literasi keamanan jajanan pada anak sekolah dasar menyebabkan ketidakmampuan dalam membedakan makanan yang aman dan beresiko bagi kesehatan. Anak usia 9–12 tahun cenderung memilih jajanan berdasarkan daya tarik visual seperti warna dan bentuk, sehingga rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta menguji efektivitas media edukasi berupa video explainer motion graphics dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas 4-6 sekolah dasar mengenai bahaya jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Perancangan video menerapkan prinsip Multimedia Learning agar penyampaian informasi bersifat sederhana, terstruktur, dan sesuai dengan kapasitas kognitif anak pada tahap operasional konkret. Metode penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan melibatkan 10 siswa sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi pada 30 sekolah dasar di Kota Surabaya, dan wawancara dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui signifikansi peningkatan skor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 38,5 pada pre-test menjadi 87,5 pada post-test dengan nilai p-value sebesar 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa video explainer motion graphics efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai keamanan jajanan.