Kajian mengenai ontologi, epistemologi, dan aksiologi merupakan bagian penting dalam pengembangan studi tafsir Al-Qur'an karena ketiga aspek tersebut menjadi fondasi filosofis dalam memahami hakikat, metode, dan tujuan penafsiran. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi tafsir Al-Qur'an serta menganalisis aktualisasi dan relevansinya dalam pengembangan studi tafsir di era kontemporer. Secara ontologis, tafsir memandang Al-Qur'an sebagai wahyu Allah Swt. yang menjadi objek utama kajian dengan kandungan makna yang bersifat universal dan dinamis. Dari perspektif epistemologi, penafsiran Al-Qur'an dibangun melalui berbagai sumber dan metode yang berkembang dalam tradisi keilmuan Islam, seperti pendekatan bayani, burhani, dan irfani, sehingga menghasilkan pemahaman yang komprehensif, sistematis, dan tetap berlandaskan otoritas wahyu. Sementara itu, dimensi aksiologi menempatkan tafsir sebagai instrumen yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, pembentukan moral, pengembangan hukum Islam, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. Aktualisasi ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa studi tafsir perlu terus berkembang secara kontekstual dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip autentisitas Al-Qur'an. Oleh karena itu, integrasi ontologi, epistemologi, dan aksiologi menjadi paradigma yang strategis dalam memperkuat pengembangan studi tafsir agar mampu menghasilkan pemahaman yang ilmiah, relevan, moderat, dan aplikatif sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat modern.