Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Surat Adz Dzariyaat Ayat 56 Tentang Abd Asyrofi, Muhammad Nur Haris
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an adalah firman Allah yang masih terjaga eksistensi dan kemurniannya sampai sekarang. Salah satu kesitimewaan Al-Qur’an adalah turun dengan menggumnakan bahasa arab, Akibatnya bahasa Arab terus dipelajari hingga saat ini dengan tujuan diantaranya untuk memahami dan menafsirkan al-Qur’an sebagai kitab suci pedoman umat islam. Kita Semua tahu bahwa penafsir Al Qur’an sangat bervariasi dari segi bahasa yang digunakan serta kecenderungan dalam menjelaskan inti dari kandungan makna ayat ayat Al Qur’an. Sesuai dengan yang telah ditulis oleh para mufasir kebanyakan dari masih banyak yang belum memahami makna dari lafadz dan surat yang terkandung didalam al-Quran. Oleh kareba itu mempelajari dan memahami alquran sangat penting. Tentu harus bersanad dan mengacu pada guru-guru yang ahli dan mufasir yang di kenal dan dipercaya kealimannya. Dalam kesempatan ini kami ingin membahas tentang penafsiran ‘Abd dari berbagai pandangan ulama dan bubu-buku tafsir. Pemahaman masyarakat tentang ‘abd sangat bermacam-macam, diantaranya yaitu, ibadah, menyembah dan mengabdi. Disini kami bermaksud mendiskripsikan Bagaimana penafsiran abd dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56 menurut pandangan Departemen Agama, syeh Ibnu Kasir, dan Ustadz Quraish Shihab Serta karakteristik ‘abd menurut mereka bertiga. Adapun judul yang dipilih dalam studi ini adalah Kajian Surat Adz Dzariyaat Ayat 56 tentang Abd. Penelitian ini dilakukan dengan Metode library research atau bersumber pada buku-buku tafir, majalah maupun media yang mendukung dalam pencarian referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penafsiran menurut Departemen Agama R.I ‘abd dalam QS. Adz Dzariyat ayat 56 adalah Allah tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk kepada Allah dan merendahkan diri, sedangkan menurut Syeh Ibnu Kasir Allah menciptakan mereka agar menyembah Allah, bukan karena Allah membutuhkan mereka, sedangkan menurut Quraish Shihab ialah Ibadah bukan sekedar ketaatan dan ketundukan, tetapi suatu bentuk ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncak karena adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap siapa yang ia sembah.
Pemahaman Makna Ayat 32 Surah An-Nisa' Melalui Pendekatan Linguistik Dalam Pendidikan Bahasa Arab Asyrofi, Muhammad Nur Haris
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna ayat 32 Surah An-Nisa' melalui pendekatan linguistik dan mengaplikasikan hasil analisis tersebut dalam konteks pendidikan Bahasa Arab. Ayat ini menekankan pentingnya menerima perbedaan karunia yang diberikan oleh Allah kepada setiap individu dan menghindari rasa iri hati, serta mendorong setiap orang untuk memohon karunia-Nya. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka (library research), penelitian ini mengkaji ayat tersebut dari aspek morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ayat ini mengandung pesan moral dan etika yang kuat tentang keadilan dan kesetaraan. Struktur linguistik ayat ini, mulai dari bentuk kata hingga hubungan antar kata dalam kalimat, mengungkapkan pesan yang mendalam tentang distribusi hak dan usaha individu. Analisis semantik dan pragmatik memperjelas makna kata kunci dan konteks penggunaan ayat, serta implikasi sosial-historis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini juga membahas bagaimana hasil analisis linguistik ini dapat diaplikasikan dalam pengajaran Bahasa Arab. Strategi pengajaran yang diusulkan mencakup pengajaran vokabulari, latihan struktur kalimat, dan diskusi kontekstual yang mendalam. Dengan mengintegrasikan hasil analisis linguistik ayat Al-Quran dalam kurikulum, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tidak hanya terhadap bahasa Arab tetapi juga terhadap nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam Al-Quran.
Penggunaan Bahasa Arab Dalam Penyelesaian Permasalahan Hukum Keluarga Islam Di Indonesia Asyrofi, Muhammad Nur Haris
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2025): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic family law is one of the important fields of study in Islam that regulates various aspects of family life, such as marriage, divorce, child custody, and inheritance. In the Indonesian context, Islamic family law has a significant role in Muslim society, both in the personal and public spheres. Arabic, as the primary source language of Islamic law, plays a fundamental role in understanding and applying Islamic family law. This study aims to examine the use of Arabic in solving Islamic family law problems in Indonesia. This study uses a qualitative research type with a case study approach. The data collection techniques used include interviews, observations, and document analysis. The results of the study show that Arabic plays an important role in the Islamic family justice process in Indonesia. Arabic is used in various stages of the judicial process, ranging from the examination of witnesses, the reading of Islamic legal postulates, to the preparation of court decisions. Good Arabic language skills for Islamic family law practitioners enable them to understand Islamic law in depth, communicate effectively with the parties involved in the case, and produce fair and appropriate court decisions. Although Arabic has an important role in Islamic family law, there are still some challenges in the use of Arabic in the context of Islamic family law in Indonesia. These challenges include the lack of adequate Arabic proficiency among Islamic family law practitioners, limited access to reliable and easy-to-understand Arabic sources of Islamic law, and lack of government attention in the development of Arabic education for Islamic family law. Efforts to increase the effectiveness of the use of Arabic in resolving Islamic family law problems in Indonesia need to be carried out on an ongoing basis. These efforts include improving the quality of Arabic language education for Islamic family law, providing easy access to reliable sources of Islamic law in Arabic, and encouraging the government to pay more attention to the development of Arabic education for Islamic family law
Penggunaan Bahasa Arab Dalam Penyelesaian Permasalahan Hukum Keluarga Islam Di Indonesia Asyrofi, Muhammad Nur Haris
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 1 (2025): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic family law is one of the important fields of study in Islam that regulates various aspects of family life, such as marriage, divorce, child custody, and inheritance. In the Indonesian context, Islamic family law has a significant role in Muslim society, both in the personal and public spheres. Arabic, as the primary source language of Islamic law, plays a fundamental role in understanding and applying Islamic family law. This study aims to examine the use of Arabic in solving Islamic family law problems in Indonesia. This study uses a qualitative research type with a case study approach. The data collection techniques used include interviews, observations, and document analysis. The results of the study show that Arabic plays an important role in the Islamic family justice process in Indonesia. Arabic is used in various stages of the judicial process, ranging from the examination of witnesses, the reading of Islamic legal postulates, to the preparation of court decisions. Good Arabic language skills for Islamic family law practitioners enable them to understand Islamic law in depth, communicate effectively with the parties involved in the case, and produce fair and appropriate court decisions. Although Arabic has an important role in Islamic family law, there are still some challenges in the use of Arabic in the context of Islamic family law in Indonesia. These challenges include the lack of adequate Arabic proficiency among Islamic family law practitioners, limited access to reliable and easy-to-understand Arabic sources of Islamic law, and lack of government attention in the development of Arabic education for Islamic family law. Efforts to increase the effectiveness of the use of Arabic in resolving Islamic family law problems in Indonesia need to be carried out on an ongoing basis. These efforts include improving the quality of Arabic language education for Islamic family law, providing easy access to reliable sources of Islamic law in Arabic, and encouraging the government to pay more attention to the development of Arabic education for Islamic family law
Pemahaman Makna Ayat 32 Surah An-Nisa' Melalui Pendekatan Linguistik Dalam Pendidikan Bahasa Arab Asyrofi, Muhammad Nur Haris
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 2 (2024): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna ayat 32 Surah An-Nisa' melalui pendekatan linguistik dan mengaplikasikan hasil analisis tersebut dalam konteks pendidikan Bahasa Arab. Ayat ini menekankan pentingnya menerima perbedaan karunia yang diberikan oleh Allah kepada setiap individu dan menghindari rasa iri hati, serta mendorong setiap orang untuk memohon karunia-Nya. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka (library research), penelitian ini mengkaji ayat tersebut dari aspek morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ayat ini mengandung pesan moral dan etika yang kuat tentang keadilan dan kesetaraan. Struktur linguistik ayat ini, mulai dari bentuk kata hingga hubungan antar kata dalam kalimat, mengungkapkan pesan yang mendalam tentang distribusi hak dan usaha individu. Analisis semantik dan pragmatik memperjelas makna kata kunci dan konteks penggunaan ayat, serta implikasi sosial-historis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini juga membahas bagaimana hasil analisis linguistik ini dapat diaplikasikan dalam pengajaran Bahasa Arab. Strategi pengajaran yang diusulkan mencakup pengajaran vokabulari, latihan struktur kalimat, dan diskusi kontekstual yang mendalam. Dengan mengintegrasikan hasil analisis linguistik ayat Al-Quran dalam kurikulum, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tidak hanya terhadap bahasa Arab tetapi juga terhadap nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam Al-Quran.