Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation between Dietary Inflammatory Index and Lipid Profile on Female Workers Sarbini, Dwi; Febrian, Novi Gita Noer; Puryaningtias, Rini Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dyslipidemia is associated with metabolic syndrome. The increasing of blood cholesterol levels, low-density lipoprotein levels, triglyceride levels, and decreasing of high-density lipoprotein levels can be caused by a high intake of a pro-inflammatory diet. This study aims to determine the correlation between the dietary inflammatory index and lipid profiles (blood cholesterol levels, low-density lipoproteins, triglycerides, and high-density lipoproteins) in female workers at PT Iskandar Indah Printing Textile. This study is an observational study with a cross-sectional approach. The samples are female workers aged 26-45 years who taken by proportional random sampling of 34 female workers who meet the inclusion and exclusion criteria. Inflammatory dietary intake was analyzed by a semi-quantitative food frequency questionnaire, and lipid profiles were measured using by spectrophotometer methods. The statistical test carried out is using by Rank Spearman Correlation (p<0,05). We found almost of samples who has moderate category of dietary inflammatory index intake (41.2%), HDL levels nearby optimal or normal (94.1%) and high triglyceride levels (44.7%). We also found 11.8% of samples on high cholesterol levels and 17.6%) on high LDL level. There were no significant correlation between dietary inflammatory index and lipid profiles among female workers at PT Iskandar Indah Printing Textile (p<0,05.).
Hubungan Dietary Acid Load dan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Metabolic Syndrome pada Pekerja Wanita di PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta Febrian, Novi Gita Noer; Sarbini, Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian metabolic syndrome pada pekerja wanita masih banyak terjadi. Jika dibiarkan dapat mempengaruhi lama kehamilan, penurunan produktivitas kerja dan meningkatkan biaya pengobatan. Faktor yang dapat mempengaruhi kejadian metabolic syndrome yaitu dietary acid load dan sedentary lifestyle. Dietary acid load merupakan prekursor asam yang dihasilkan selama proses metabolisme oleh bahan makanan. Sedentary lifestyle merupakan aktivitas fisik ringan dengan pengeluaran energi ?600 METs.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dietary acid load dan sedentary lifestyle dengan kejadian metabolic syndrome pada pekerja wanita di PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Studi ini menggunakan desain penelitian cross sectional pada 34 pekerja wanita sesuai kriteria inklusi yaitu berusia 26-45 tahun, bisa berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi sampel, sedang tidak hamil, menjalankan diet dan puasa serta tidak mengkonsumsi suplemen. Asupan dietary acid load diukur menggunakan skor potential renal acid load yang dihitung melalui hasil semi quantitative food frequency food questionnaire. Sedentary lifestyle diukur menggunakan skor level aktivitas yang dihitung melalui international physical activity questionnaire. Uji hubungan dan risiko relatifnya diuji menggunakan chi-square dan prevalence risk. Sebanyak 64,7% responden mengalami kejadian metabolic syndrome dan 35,3% responden tidak mengalami kejadian metabolic syndrome. Sebagian besar responden memiliki asupan dietary acid load negatif (58,8%) dan memiliki aktivitas yang baik (70,6%). Terdapat hubungan antara dietary acid load dengan kejadian metabolic syndrome (P=0,009; PR= 2,1; 95% CI=1,244-3,422) dan tidak ada hubungan antara sedentary lifestyle dengan kejadian metabolic syndrome (P=0,060). Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa dietary acid load merupakan faktor risiko kejadian metabolic syndrome.