Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bank Syariah Di Simpang Jalan (Stagnan Atau Gas Pool, Studi Analisis Perbankan Syariah 2020-2023 Di Indonesia) Wihasto , Hanan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 2 No. 3 (2025): IJISK 2025
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v2i3.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi stagnannya pertumbuhan bank syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan selain deskriptif kualitatif juga menggunakan analisis regresi linier berganda (multilinear regression) untuk data yang bersifat kuantitatif. Faktor internal penyebab stagnannya pertumbuhan bank syariah adalah adanya dominasi oleh sektor retail khususnya UMKM dan akad murabahah pada segmentasi pembiayaan bank syariah, minimn yavariasi pembiayaan bank syariah, kurang efisiennya bank syariah dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, dominasi dana deposito yang berbiaya mahal pada DPK bank syariah, kurang efisiennya bank syariah dalam kegiatan operasional, dan masih terbatasnya jumlah jaringan kantor bank syariah. Adapun faktor ekternal perlambatan terjadi disebabkan oleh kondisi ekonomi yang melambat di dunia termasuk di Indonesia dengan indikator nilai tukar Rupiah melemah terhadap US Dollar, turunnya IHSG, dan turunnya daya beli masyarakat. Upaya yang perlu dilakukan untuk melakukan percepatan (gas pool) dan menanggulangi perlambatan pertumbuhan yaitu; konsolidasi internal manajemen bank syariah untuk mengevaluasi kualitas pembiayaan dan biaya sumber dana; diversifikasi pembiayaan dalam segmentasi korporasi, pembiayaan mudharabah, dan pembiayaan pada sektor bisnis pertambangan, perkebunan dan pertanian, serta infrastruktur;penambahan jumlah jaringan, variasi produk dan layanan, serta pengembangan channeling ke kalangan konglomerat dan nasabah pemerintah; optimalisasi sumber pendanaan dengan cost of fund murah dari produk simpanan non deposito; efisiensi bisnis.