Muhammad Husein Ritonga
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep ‘Ain dalam Surah Al-Kahfi: Kajian Tafsir Al-Kasysyaf Muhammad Husein Ritonga
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/21bj4h51

Abstract

Kajian terhadap lafazh-lafazh Al-Qur’an merupakan aspek penting dalam ilmu tafsir karena setiap kata memuat makna yang kompleks dan bernilai teologis, sosial, serta spiritual. Salah satu lafazh menarik untuk dikaji adalah ‘ain (نيع), yang secara leksikal berarti “mata”. Dalam Surah al-Kahfi, lafazh ini muncul dalam tiga ayat dengan makna yang berbeda: sosial dan etika (ayat 28), geografis dan visual (ayat 86), serta spiritual dan batiniah (ayat 101). Variasi makna ini menunjukkan pentingnya konteks dalam penafsiran kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir bahasa yang menelaah makna lafazh berdasarkan konteks kalimat, relasi antar kata, serta latar budaya dan retoris teks. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan analisis induktif-komparatif. Sumber utama adalah Tafsir al-Kasysyaf karya Imam az-Zamakhsyari, yang kemudian dibandingkan dengan tafsir kontemporer seperti Ali ash-Shabuni, Wahbah az Zuhaili, dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafazh ‘ain dalam Surah al-Kahfi mengalami perluasan makna. Ayat 28 menampilkan ‘ain sebagai simbol perhatian dan keadilan sosial; ayat 86 menunjukkan ‘ain sebagai simbol geografis yang menggambarkan keterbatasan penglihatan manusia; sedangkan ayat 101 menggunakan ‘ain secara metaforis untuk menggambarkan kebutaan spiritual. Penafsiran az-Zamakhsyari, dikontekstualisasikan dengan teori bahasa modern, menegaskan bahwa makna lafazh dalam Al-Qur’an tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya, retorika, dan hubungan makna. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan makna dalam menjembatani tafsir klasik dan kajian linguistik kontemporer.