Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan jump stop shoot dan triple threat position berpengaruh terhadap peningkatan hasil jump shoot, serta bahwa jump stop shoot memberikan peningkatan lebih besar pada tim basket SMA Negeri 1 Gerung. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya stabilitas tubuh, tumpuan kaki, keseimbangan ketika melompat, dan akurasi tembakan siswa saat melakukan jump shoot. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain ordinal pairing. Sampel terdiri atas 12 siswa peserta ekstrakurikuler basket yang dibagi menjadi dua kelompok seimbang berdasarkan hasil pre-test. Kelompok A mendapat perlakuan latihan jump stop shoot, sedangkan kelompok B mendapat perlakuan latihan triple threat position selama 16 pertemuan, termasuk pre-test dan post-test. Instrumen penelitian berupa tes jump shoot dari area free throw dengan 10 kesempatan dalam waktu dua menit. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rerata kelompok A meningkat dari 4,17 menjadi 6,17 bola masuk, dengan Sig. (2-tailed) = 0,003 < 0,05. Kelompok B meningkat dari 4,00 menjadi 5,67 bola masuk, dengan Sig. (2-tailed) = 0,004 < 0,05. Perbandingan gain menunjukkan peningkatan kelompok A sebesar 2,00, sedangkan kelompok B sebesar 1,67. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan efektif meningkatkan hasil jump shoot, namun jump stop shoot lebih unggul karena mengintegrasikan penghentian gerak, keseimbangan, transfer gaya tungkai, dan pelepasan bola dalam pola gerak yang menyerupai situasi permainan. Keywords: jump stop shoot; triple threat position; jump shoot; bola basket; latihan teknik