Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEY EXPERIENCES TO JOB-BASED PSYCHOLOGICAL OWNERSHIP: GAMBARAN PROSES KARYAWAN MENJADI LEBIH BERTANGGUNG JAWAB Meiwati, Meiwati; Suyasa, Tommy Y.S
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3464.2023

Abstract

Psychological ownership menjadi term yang penting bagi PT. DMG karena adanya kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk mengelola perusahaan sendiri sebagai perpanjangan tangan PT. DMG. Penting bagi karyawan yang dipercaya memiliki perasaan tanggung jawab dan sense of burden sharing untuk perusahaan. Hanya ketika karyawan merasa bahwa dirinya adalah owner, maka hubungan mereka dengan perusahaan akan mengalami perubahan dan hal itu dapat mempengaruhi cara mereka berpikir, mengambil keputusan, dan cara bekerja. Karyawan yang memiliki psychological ownership akan merasa bertanggung jawab terhadap pekerjaan dibandingkan yang tidak. Pierce, Kostova, dan Dirks (2003) menjelaskan bagaimana karyawan merasakan psychological ownership dan mengidentifikasi key experiences yang membentuknya, yaitu experienced control, intimate knowing, dan investment of self. Masih sedikit penelitian yang meneliti ketiga key experiences secara bersamaan dan belum terdapat penelitian yang benar-benar ditujukan untuk meneliti key experiences mana yang paling kuat mempengaruhi terbentuknya job-based psychological ownership. Dengan mengetahui key experiences mana yang paling kuat, hal tersebut dapat memberikan gambaran proses karyawan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Penelitian dilaksanakan pada 310 karyawan industri manufaktur dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan investment of self merupakan merupakan key experiences yang paling berpengaruh diikuti oleh intimate knowing dan experienced control. Semakin banyak waktu, energi, fokus, dan perhatian yang didedikasikan (investment of self), semakin banyak pengetahuan/pemahaman yang dimiliki tentang pekerjaan dan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan (intimate knowing), dan semakin mampu karyawan menyelesaikan pekerjaannya (experienced control) maka semakin tinggi job-based psychological ownership. Hal ini disebabkan karena pekerjaan merupakan salah satu sumber kepuasan dalam hidup seorang karyawan.