Penelitian ini membahas penerapan elemen budaya lokal pada desain interior Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Sebagai gerbang udara baru, bandara ini diharapkan tidak hanya berfungsi secara praktis tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis visual terhadap elemen arsitektur dan interior. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan motif batik Mega Mendung, penggunaan material lokal, serta pengolahan ruang dengan simbol-simbol budaya Sunda memberikan nuansa identitas lokal yang kuat. Selain itu, strategi penataan interior mampu menghadirkan pengalaman ruang yang tidak sekadar fungsional, tetapi juga emosional dan kultural bagi pengguna. Integrasi elemen budaya dalam desain bandara tidak hanya memperkuat citra budaya Sunda di ranah global, tetapi juga membangun rasa memiliki bagi masyarakat lokal. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam desain bandara modern sebagai strategi memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna. Kata Kunci: budaya lokal, interior bandara, identitas Sunda, Kertajati