This Author published in this journals
All Journal Rampai Jurnal Hukum
Affandi, AIA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Tradisi dalam Kebudayaan Hukum Mengenai Upacara Adat Nyanggring di Lamongan Affandi, AIA
Rampai Jurnal Hukum (RJH) Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/rjh.v4i1.4335

Abstract

Indonesia is one of the countries with considerable diversity that attracts global attention. Culture is the product of the ongoing life of a nation's society. The implementation of culture visible in community life is also very diverse, with local traditions still preserved by the people. Tradition is one form of culture that is continuously inherited. For example, the Nyanggring customary ceremony found in the village of Lamongan. This study uses the Descriptive Method.The formulation of the problem is 1)The Nyanggring Customary Ceremony in Lamongan represents the customary law system and social control mechanisms within the Tlemang Village community. 2) The implications of this coexistence on local cultural preservation and law enforcement at the community level using the Descriptive Method, where the researcher describes the detailed characteristics of a phenomenon. The results obtained are 1)The Nyanggring Customary Ceremony not only functions as a religious or cultural ritual but also serves as a significant social control mechanism and a manifestation of customary law within the Tlemang Village community. 2)The relationship between customary law as manifested in the Nyanggring Ceremony and state law in Indonesia shows a harmonious pattern of coexistence, especially after the formal recognition of this tradition.   Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai keberagaman yang cukup menyita perhatian dunia. Kebudayaan merupakan hasil dari keberlangsungan hidup masyarakat bangsa. Implementasi dari kebudayaan yang terlihat di kehidupan masyarakat juga sangat beragam dimana tradisi lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat. Tradisi menjadi salah satu wujud kebudayaan yang diwariskan secara terus-menerus. Seperti dengan upacara adat nyanggring yang terdapata di desa Lamongan. Penelitian ini menggunakan. Lalu rumusan 1) Upacara Adat Nyanggring di Lamongan merepresentasikan sistem hukum adat dan mekanisme kontrol sosial dalam masyarakat Desa Tlemang 2) mplikasi dari koeksistensi ini terhadap pelestarian budaya lokal dan penegakan hukum di tingkat masyarakat dengan Metode Deskriptif, dimana peneliti menggambarkan karakteristik suatu fenomena secara detail. Maka diperoleh 1) dengan adanya Upacara Adat Nyanggring tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan atau budaya semata, tetapi juga berperan sebagai mekanisme kontrol sosial yang signifikan dan manifestasi hukum adat dalam masyarakat Desa Tlemang 2) Hubungan antara hukum adat yang termanifestasi dalam Upacara Nyanggring dan hukum negara di Indonesia menunjukkan pola koeksistensi yang harmonis, terutama setelah pengakuan formal terhadap tradisi ini.