Data dari WHO menunjukkan bahwa prevalensi nyeri punggung pada wanita hamil adalah sekitar 70%. Pada saat yang sama, di Inggris dan Skandinavia, dilaporkan bahwa prevalensi nyeri punggung pada kehamilan adalah sekitar 50%. Di Indonesia, prevalensi ibu hamil yang mengalami sakit punggung masih tinggi, yaitu nyeri punggung dengan intensitas sedang dirasakan oleh 68% ibu hamil dan nyeri punggung intensitas rendah dirasakan oleh 32% ibu hamil. Pada ibu hamil, nyeri punggung dapat menyebabkan kecemasan dan kegelisahan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan stres selama masa kehamilan. Akibatnya, kadar hormon kortisol dan prostaglandin meningkat, yang dapat menyebabkan kelahiran premature, seperti komplikasi kelahiran, berat badan lahir rendah (BBLR), dan hambatan pertumbuhan intrauterine (IUGR). Hal ini berkontribusi pada angka AKI dan AKB di Indonesia [1]. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada Pengaruh prental yoga terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di PMB Asiawati OKI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis metode pre eksperimen one group pretest-posttest. Penelitian menggunakan data primer dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.sampel penelitian ini berjumlah 30 orang. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale, uji data menggunakan wilcoxon. Hasil uji statistik wilcoxon di dapatkan ada pengaruh prenatal yoga terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di PMB Asiawati OKI dengan nilai p value = 0,000 lebih kecil dari 0,005. Kesimpulan : terdapat pengaruh antara prenatal yoga dan penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III PMB Asiawati OKI. Saran : diharapkan pelayanan PMB Asiawati dapat menambah fasilitator yoga prenatal.