Enam bulan pertama kehidupan merupakan masa krusial bagi bayi, di mana pemberian ASI eksklusif sangat diperlukan untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan, kekebalan tubuh, dan perkembangan optimal. Namun, banyak ibu mengalami hambatan dalam pemberian ASI eksklusif, terutama akibat rendahnya produksi ASI. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang terbukti Pijat oksitosin merupakan metode stimulasi pada bagian tulang belakang yang terbukti mampu mendorong pelepasan hormon oksitosin, sehingga dapat meningkatkan produksi sekaligus memperlancar pengeluaran ASI. Metode Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest dalam satu kelompok. pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian mencakup..20 ibu menyusui bayi usia 0–3 bulan yang mengalami keluhan produksi ASI tidak lancar, dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa pijat oksitosin dilakukan selama 5 hari berturut-turut, sekali sehari selama 15 menit. Data dikumpulkan melalui observasi volume produksi ASI dan kuesioner frekuensi menyusui, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.. Hasil Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam produksi ASI setelah intervensi (p = 0,008). Sebelum pijat, produksi asi banyak hanya 8 orang (40%) sedangkan setelah intervensi, ibu menyatakan lebih percaya diri dalam menyusui dan berkomitmen untuk melanjutkan pemberian ASI eksklusif Kesimpulan Pijat oksitosin terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan dan edukasi laktasi untuk ibu menyusui, terutama pada masa nifas dan awal menyusui..