Widiantara, Aji Bagus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN KARAKTERISTIK PASIEN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Oktaviani, Suci; Anwar, Chairil; Widiantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48323

Abstract

Kondisi diabetes terjadi dikarenakan masalah pada produksi insulin, fungsi insulin, atau gabungan keduanya. Pemeriksaan hemoglobin terglikasi (HbA1c) metode paling efektif untuk memantau kadar glukosa darah karena mampu menggambarkan kadar gula dalam tubuh dua hingga tiga bulan terakhir. Apabila penyakit diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi jangka Panjang, hal tersebut menjadikan pemeriksaan HbA1c sangat penting dalam diagnosis serta pengelolaan glikemik jangka panjang. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menilai kadar HbA1c pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan karakteristik tertentu di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian deskriptif cross-sectional ini menggunakan kriteria inklusi dengan total sampling untuk memilih sampel penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari rekam medis pasien. Dari analisis menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani pemeriksaan kadar HbA1c dari total 62, mayoritas adalah laki-laki dengan jumlah 34 orang, sebanyak 44 pasien menunjukkan tidak terkontrolnya kadar HbA1c, dari 34 pasien laki-laki terdapat 25 pasien memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol, mayoritas pasien berada pada usia di atas 65 tahun yaitu 22 orang, 31 orang merupakan pengguna obat oral, 22 di antaranya menunjukkan kadar HbA1c yang tidak terkontrol. Simpulan penelitian ini yaitu, 71% pasien tidak terkontrol kadar HbA1c dengan baik, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dan kelompok usia lanjut. Terapi obat yang paling umum digunakan adalah obat oral, namun efektivitas dalam mengendalikan kadar glukosa darah masih kurang optimal.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU METODE POCT DAN SPEKTROFOTOMETER PADA MAHASISWA TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS ANGKATAN 2023 UNIVERSITAS 'AISYIYAH YOGYAKARTA Anggraini, Rizki Maulidianti; Anwar, Chairil; Widiantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49435

Abstract

Pemeriksaan glukosa darah sangat penting untuk mendeteksi dan memastikan penyakit mellitus. Dilakukannya penelitian ini berguna untuk membandingkan hasil pengukuran pemeriksaan glukosa darah karena sangat penting untuk mendeteksi dan memastikan penyakit diabetes melitus dimana dalam prosesnya dilakukan dua teknik yang berbeda antara lain metode spektrofotometer dan metode POCT (Point of Care Testing). Studi eksperimental cross-sectional ini melibatkan 34 mahasiswa angkatan 2023 dari D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Sampel darah vena yang digunakan dalam analisis ini kemudian diperiksa dengan kedua teknik tersebut. Hasil pemeriksaan dengan spektrofotometer mencapai 97,57 mg/dL, sedangkan hasil dengan POCT rata-rata 115,38 mg/dL. Berdasarkan pengujian normalitas menghasilkan bahwa data dapat berdistribusi normal dengan uji homogenitas menunjukkan varians yang seragam. Perbedaan diantara keduanya sangat jelas dengan kedua metode dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001, menurut uji t-test independen. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode POCT menghasilkan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode spektrofotometer. Oleh karena itu, metode POCT lebih cocok untuk pemantauan cepat, sedangkan metode spektrofotometer dianggap sebagai standar emas untuk pemeriksaan.