Dunia saat ini tengah mengalami transisi demografi yang ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia (lansia). Fenomena ageing population juga terjadi di Indonesia, seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup. Untuk menjaga kualitas hidup lansia, pemerintah menyediakan layanan promotif dan preventif melalui Posyandu Lansia. Namun, pemanfaatannya belum optimal, termasuk di Desa Jati, Kabupaten Trenggalek, di mana tingkat partisipasi lansia hanya mencapai 38%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Jati, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 150 lansia yang dipilih melalui teknik simple random sampling, dengan rincian 75 lansia pemanfaat dan 75 lansia bukan pemanfaat posyandu. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2025 menggunakan kuesioner. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik demografi, penyakit komorbid, pengetahuan, dan dukungan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Ditemukan bahwa variabel pekerjaan (p=0,037), pengetahuan (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Sementara itu, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan penyakit komorbid tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Faktor pekerjaan, tingkat pengetahuan, dan dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu. Upaya peningkatan edukasi kesehatan dan pelibatan keluarga menjadi strategi yang disarankan untuk meningkatkan pemanfaatan posyandu lansia di masyarakat.