Perilaku Biaya merupakan reaksi biaya yang disebabkan karena perubahan volume aktivitas Berdasarkan perilakunya, biaya dikelompokan menjadi dua, yaitu biaya tetap dan biaya variable. Model biaya tradisional ini mengkaitkan biaya dengan aktivitas yang terjadi dalam suatu periode akuntansi. Berdasarkan perilakunya dapat dikatakan bahwa apabila kegiatan penjualan meningkat 5% maka biaya biaya penjualan dan administrasi umum atau sales and general administration (SCA) akan naik dengan 5%, begitu juga untuk kondisi sebaliknya (Atmanto et.al.,2009). Namun, dalam kenyataannya, peningkatan kegiatan penjualan akan menaikan biaya penjualan lebih besar dibandingkan apabila terjadi penurunan dalam jumlah yang sama. Anderson et.al. (2003) menyatakan kondisi ini disebut dengan Kelengketan (stickyness) biaya yang tidak hanya dipengaruhi oleh proporsi biaya tetap dan variable namun juga dipengaruhi oleh kebijakan manajer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikasi ada tidaknya pelengketan biaya pada biaya penjualan dan administrasi umum pada perusahaa pabrikasi yang terdaftar di Bursa efek Indonesia (BEI) pada 10 tahun terakhir (2010-2020). Dikatakan ada pelengketan biaya pabila terdapat peningkatan SGA yang lebih tinggi saat penjualan meningkat dibandingkan penurunan SGA jika penjualan mengalami penurunan. Penelitian menggunakan purposive sampling. Berdasarkan model Anderson et.al. (2003), hasil analisis menunjukan ?1= 0.132421 > 0, ?2= -0.103363<0 atau ?1+ ?2=0.029058 < ?1. Hasil ini menunjukan bahwa setiap 1% peningkatan penjualan, maka Biaya Penjualan dan administrasi umum akan naik sebesar 0.132421%, jika penjualan turun 1% maka biaya penjualan dan administrasi umum akan turun ssebesar 0.029058 %. Hasil ini membuktikan bahwa peningkatan biaya penjualann dan administrasi umum lebih tinggi dibandingkan penurunan yang terjadi jika penjualan turun 1%.