Dong Hoon, Kim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persoalan Dendam dalam Cerpen-Cerpen Pramoedya Ananta Toer Hani Abu Hassan, Ummi; Dong Hoon, Kim
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.630

Abstract

Dendam adalah suatu bentuk emosi yang muncul dalam diri individu apabila dia disakiti atau dicederakan baik secara fisik, mental mahupun perasaan. Akibat dendam, seseorang akan melahirkan rasa malu, teraniaya, marah, benci dan mula bertindak mendapatkan keadilan dan pembelaan dengan pelbagai cara. Makalah ini membicarakan tentang persoalan dendam kesumat dalam dua cerpen Pramoedya Ananta Toer iaitu Pelarian Yang Tak Dicari dan Kemudian Lahirlah Dia. Cerpen-cerpen tersebut menjelaskan kesadaran Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis bangsa yang coba menerobos dendam yang menggulati masyarakat Indonesia khususnya di Kepulauan Jawa di awal kemerdekaan Indonesia. Faktor utama yang memunculkan emosi dendam dalam cerpen-cerpen tersebut adalah kemiskinan dan kejahilan. Kesannya, ciri pembalasan dendam dilakukan secara individu sebagai respon terhadap ketidak-adilan dalam struktur masyarakat. Walau bagaimanapun, di sebalik emosi dendam, Pramoedya Ananta Toer lebih memperlihatkan manusia Indonesia yang memiliki keteguhan jiwa, pemaaf dan berdamai dengan takdir hidup.
Citra Pemberontakan dalam Novel Larasati Dong Hoon, Kim
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Larasati, karakter utama Larasati, salah satu dari beberapa karya tersebut, melawan pemerintah kolonial untuk mewujudkan utopianya dan bagaimana gambaran perlawanan itu diamati. Selain itu, Pramoedya menyampaikan gambaran perempuan aktif dari heroine (pahlawan wanita) yang sulit ditemukan dalam karya sebelum dan sesudah masa kemerdekaan Indonesia melalui pengaturan seniman perempuan yang berbeda. Makalah ini memperkenalkan hubungan sastra dan masyarakat berdasarkan pandangan Lukas, Goldman, dan Pramoedya dalam pendahuluan sebagai karya lanjutan untuk menganalisis gambaran perlawanannya, dan pandangan hidup dan sastra penulis diperiksa untuk memahami penulis lebih dalam. Citra perlawanannya juga dianalisis berdasarkan karakter perlawanan dan karakteristik genre novel. Dalam analisis citra perlawanannya, dipastikan bahwa perlawanan berarti seseorang memiliki target sebagai syarat mutlak, terlepas dari sisi dalam atau luarnya, dan citra perlawanan seorang tokoh hanya diamati melalui target tertentu dalam karya tersebut. Artinya, citra perlawanannya bukanlah perlawanan yang memiliki ideologi atau struktur perjuangan bersenjata dalam struktur karya, melainkan diamati sebagai citra introspeksi berdasarkan filantropi, yang diungkapkan bahwa ia mengalami perubahan citra kewanitaannya dalam situasi keras periode revolusioner secara internal. Citra pemberontak dalan novel ini sangat penting karena memahami sistem nilai yang coba diatasi penulis dalam situasi problematis tersebut dengan kesadaran historisnya menyaksikan pergolakan revolusi Indonesia dengan mengekstraksi citra perlawanan dalam struktur sastra dan menafsirkan pesan penulis, serta pada akhirnya memperluas pemahaman tentang keseluruhan pandangan sastra penulis.