Hasibuan, Kiki Rahmayani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Menggunakan Media Sosial Sitanggang, Siti Nursyah Fitri; Hasibuan, Kiki Rahmayani; Astuti, Amelia; Erliana, Erliana
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 5 Nomor 3 Agustus 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v5i3.2766

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interaksi yang kini semakin mudah melalui kemajuan teknologi digital, khususnya media sosial. Media sosial memungkinkan pengguna berbagi informasi dan mengekspresikan diri tanpa batas geografis. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan risiko seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi. Oleh karena itu, etika dalam bermedia sosial menjadi hal yang penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi tidak langsung terhadap perilaku pengguna media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Analisis data dilakukan secara naratif tematik dengan mengacu pada teori etika umum dan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan besar dalam kehidupan modern, baik dalam menyebarkan kebaikan maupun memunculkan dampak negatif jika etika diabaikan. Dalam perspektif Islam, media sosial sebaiknya digunakan untuk menebar kebaikan, menjaga akhlak, serta menghormati nilai kejujuran, tanggung jawab, privasi, dan sopan santun. Penggunaan media sosial yang etis dapat menciptakan lingkungan digital yang sehat dan bermanfaat, serta mengurangi risiko konflik dan cyberbullying. Kesadaran etis dan peran aktif pengguna, pendidik, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk membangun ekosistem media sosial yang positif dan beradab.
Etika Menggunakan Bahasa Tanjung, Amirun Aminin; Hasibuan, Kiki Rahmayani; Fikli, Irshan; Rahmayani, Selvi
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 5 Nomor 3 Agustus 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v5i3.2778

Abstract

Etika penggunaan bahasa merupakan aspek penting dalam komunikasi yang efektif dan bertanggung jawab. Dalam era digital saat ini, penggunaan bahasa tidak hanya terbatas pada komunikasi lisan maupun tulisan secara langsung, tetapi juga meliputi platform daring seperti media sosial dan pesan instan. Kesadaran akan etika berbahasa sangat diperlukan untuk menjaga hubungan harmonis dan menghormati hak orang lain. Etika berbahasa mencakup prinsip-prinsip seperti penggunaan bahasa yang sopan, tidak menyinggung perasaan orang lain, serta menghindari penyebaran ini yang menyesatkan atau berisi ujaran kebencian. Penggunaan bahasa yang tidak etis dapat menimbulkan konflik, memperuncing ketegangan sosial, dan merusak reputasi individu maupun institusi Oleh karena itu, pemahaman mengenai etika berbahasa harus ditanamkan sejak dini dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek etika dalam penggunaan bahasa serta memberikan panduan praktis untuk menerapkannya dalam berbagai situasi komunikasi. Kesadaran terhadap pentingnya etika berbahasa dapat meningkatkan kualitas komunikasi dan membangun budaya saling menghormati di masyarakat. Dengan demikian, penerapan etika berbahasa merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat, sopan, dan penuh penghormatan.
Etika Pengembangan Diri Hidayat, Rahmad; Hasibuan, Kiki Rahmayani; Pohan, Saipul Amri; Pratama, Yogiyan
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 Nomor 3 Agustus (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i3.2800

Abstract

Pentingnya etika dalam proses pengembangan diri, terutama dalam konteks pendidikan dan dakwah Islam. Pengembangan diri bukan hanya peningkatan aspek intelektual dan keterampilan, tetapi juga mencakup pertumbuhan moral dan spiritual. Di tengah tantangan modern seperti krisis keteladanan dan dominasi nilai-nilai materialistik, etika menjadi landasan penting agar proses pengembangan tidak menyimpang dari nilai-nilai luhur. Penelitian ini menyoroti empat prinsip utama etika pengembangan diri: keikhlasan niat, amanah dan tanggung jawab, tawadhu’ (rendah hati), serta keteladanan atau uswah hasanah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini, individu—terutama para da’i dan pendidik—diharapkan dapat menjadi pribadi yang utuh, seimbang, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya penyucian jiwa sebagai kunci keberhasilan hidup.