Maria Consulata Wening Wijayaningrum
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatam Platform Digital Oleh Komunitas Gamelan @SALGamelan Untuk Melestarikan Seni Tradisional Yulinda Nur Fitriana; Maria Consulata Wening Wijayaningrum
Jurnal Media Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/mdkm.v2i2.49914

Abstract

Abstrak Konvergensi media yang dimanfaatkan oleh komunitas @SALGamelan mengikutsertakan generasi Y dan Z dalam mendistribusikan musik gamelannya, tetapi komunitas ini belum maksimal dalam memanfaatkan platform digital yang digunakannya seperti instagram, tik tok, dan youtube. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pemanfaatan media komunikasi digital Samurti andaru laras dalam melestarikan seni tradisional. Metode penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme karena pelestarian budaya dilakukan dengan upaya-upaya memanfaatkan media sosial yang sesuai dengan konsep, serta dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data penelitian melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Selanjutnya, keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa upaya-upaya pemanfaatan platform media digital menjadi ide dalam melestarikan seni tradisional khususnya musik gamelan. Komunitas ini memiliki tujuan dapat melestarikan komunitas tersebut agar dapat dinikmati oleh semua kalangan sebagai penikmat musik dan memperkenalkan ke generasi penerus dengan cara membuat konten di media sosial komunitas SAL. Selain membuat konten, pelestarian musik gamelan dilakukan melalui mini show yang ada di Museum Nasional, Jakarta. Kemudian, workshop pengenalan gamelan yang rutin dilakukan setiap sebulan sekali di Graha Puspatarini, Jakarta Selatan. Saat kegiatan berlangsung konten yang dibuat melalui dokumentasi foto dan video, lalu konten tersebut dimuat di media sosial seperi Instagram, tik tok, dan youtube. Kesadaran Individu dan komunitas dalam pelestarian budaya harus ditingkatan dengan cara membuat konten dan mengikuti event komunitas musik tradisional. Penelitian selanjutnya, dapat memperkaya penelitian dari kekurangan dalam hal komunitas musik tradisional yang tidak memperhatikan pemanfaatan media digital dan melakukan analisis secara mendalam dari segi pemanfaatan media digital yang nonprofit. Kata kunci: Konvergensi; Media Sosial; Komunitas; Gamelan; Konten.
KONVERGENSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PWI) BANYUMAS Yulinda Nur Fitriana; Maria Consulata Wening Wijayaningrum; Emery Audic, Jeconia; Maharani Agustin, Yunisa
QAULAN: Journal of Islamic Communication Vol. 6 No. 2 (2025): Qaulan: Journal of Islamic Communication
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Professional organizations such as the Indonesian Journalists Association (PWI) are crucial platforms for journalists to build solidarity and collective identity amidst a dynamic media landscape. This study examines the phenomenon of group communication within the PWI Banyumas, a community comprising members from various media institutions that rely on both virtual and face-to-face interactions. The increasing use of digital platforms such as WhatsApp and Zoom groups in daily communication has given rise to unique dynamics that are interesting to analyze through Symbolic Convergence Theory. Communication conducted virtually has several barriers to group communication, and symbolic convergence is explored in this study. The purpose of this paper is to explain the concept of symbolic convergence in group communication within the Indonesian Journalists Association (PWI) Banyumas. This study employs a qualitative descriptive approach, with the PWI Banyumas group serving as the research object. The data collection technique for this study was through group chat observation and direct interaction. Based on the results of this study, it was found that the fantasy theme within the PWI Banyumas group was achieved established through discussions about news and what news to write, as well as jokes that made each member feel considered and comfortable, resulting in a solid conversation with repetition in their interactions. The journalists who join aim to build cohesiveness and assume responsibility for their status and role within the Banyumas PWI group.