Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Kontribusi Retribusi Jasa Umum Untuk Meningkatkan Kemandirian Fiskal Yang Mendukung Pembangunan Otonomi Daerah Secara Berkelanjutan: (Studi Kasus: Kabupaten Seram Bagian Barat) Rahabeat, Nicodemus; Kriekhoff, Ennis Sarenah; Talakua, Victor Amanusa; Lalaun, Albertus
Spectrum: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Spectrum: Multidisciplinary Journal
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber pendapatan daerah adalah proses merencanakan, mengumpulkan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan semua penerimaan daerah, baik yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer, maupun pendapatan sah lainnya, untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Menurut UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah adalah undang-undang yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia, termasuk pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah, tata cara pembentukan daerah otonom, hubungan keuangan pusat-daerah, serta pembinaan dan pengawasan. Pendapatan Asli Daerah adalah semua penerimaan daerah yang bersumber dari potensi ekonomi wilayah itu sendiri dan dipungut berdasarkan peraturan daerah, untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. PAD adalah semua penerimaan daerah yang berasal dari potensi ekonomi daerah itu sendiri, yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda). Tujuannya adalah memberi ruang bagi daerah untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan secara mandiri. Penelitian ini menekankan pentingnya startegi optimalisasi kontribusi pajak dan retribusi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal yang mendukung pembangunan otonomi daerah secara berkelanjutan. Pada panelitian ini kontribusi retribusi umum terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif atau analisis kontribusi. Analisis kontribusi adalah metode untuk mengukur seberapa besar sumbangan suatu pos penerimaan atau komponen tertentu terhadap total penerimaan atau total nilai dalam suatu periode tertentu. Hasil analisa kontribusi retribusi jasa umum terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2020 sebesar 4%, tahun 2021 sebesar 17%, tahun 2022 sebesar 8%. Rata-rata kontribusi retribusi jasa umum terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seram Bagian Barat adalah 7,6 %. Sehingga perkembangan pertumbuhan retribusi jasa umum mengalami fluktuasi dikarenakan adanya kenaikan dan penurunan anggaran pertahunnya.
Hubungan Sistem Pengendalian Internal dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan pada Organisasi Perangkat Daerah Jawa Barat Talakua, Victor Amanusa; Tetelepta, Johanis M.
Journal of Applied Accounting Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : ISAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaa.v4i2.1480

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the internal control system and the accountability of financial management in Regional Apparatus Organizations of West Java Province. The research method uses a quantitative approach with a correlational design through the distribution of questionnaires to 98 respondents from 35 OPDs with budgets exceeding 50 billion rupiah. The data analysis technique uses descriptive statistics and simple linear regression with the assistance of SPSS version 26. The results of the study indicate that the implementation of the internal control system in West Java Province OPDs falls into the good category with an average score of 4.03, while the level of financial management accountability is also in the good category with an average score of 4.04.Hypothesis testing resulted in a calculated t-value of 14.762 with a significance of 0.000, proving that the internal control system has a positive and significant effect on financial management accountability. The coefficient of determination of 0.642 indicates that the internal control system is able to explain 64.2 percent of the variation in financial management accountability. This study concludes that improving the quality of the implementation of the internal control system will enhance the accountability of regional financial management, thus continuous strengthening of the five components of the internal control system is required, especially in the aspects of monitoring and risk assessment. Keywords: Internal Control System, Accountability, Regional Financial Management
Efektivitas Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah tentang Transparansi Pelaporan Keuangan Desa: Pendekatan Pemodelan Persamaan Struktural Tetelepta, Johanis M.; Talakua, Victor Amanusa
Journal of Applied Accounting Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : ISAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaa.v4i2.1481

Abstract

This study examines the effectiveness of implementing Government Accounting Standards on the transparency of village financial reporting using a Structural Equation Modeling approach involving 295 respondents from village governments in Bandung Regency and West Bandung. The analysis results indicate that human resource competence, internal control systems, information technology support, and leadership commitment significantly contribute to the effectiveness of implementing Government Accounting Standards, with an R-square value of 72.4 percent. The empirical findings confirm that the implementation of Government Accounting Standards has a positive and significant effect on the transparency of village financial reporting, mediated by improvements in the quality of financial reports.The structural model shows that the effectiveness of implementing Government Accounting Standards can explain 63.2 percent of the variation in village financial reporting transparency. Multi-group analysis reveals that village characteristics moderate the relationship between the implementation of Government Accounting Standards and transparency, while villages with higher fiscal capacity show a stronger effect. The practical implications of this study emphasize the urgency of enhancing village apparatus capacity through continuous training programs and providing adequate technological infrastructure to support the improvement of village financial management quality. Keywords: Government Accounting Standards, Financial Reporting Transparency, Structural Equation Modeling