Rif’at Athoillah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prespektif Salik Tarekat Naqsabandiyah Mujadadiyah Kholidiyah Dalam Peranan Melakukan Muhasabah Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan Rif’at Athoillah
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/s81cpj25

Abstract

This study aims to determine the perspectives of saliks of the Naqsyabandiyah Mujaddidiyah Kholidiyah Sufi Order on their role in conducting self-reflection (muhasabah) at the Ngalah Purwosari Islamic Boarding School in Pasuruan. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The results indicate that two main factors influence the salik's consistency in conducting self-reflection: internal and external factors. Internal factors include a deeply ingrained religious understanding, an awareness of the importance of self-reflection as a spiritual need, a sense of vigilance (nigah dasyt), and a deep remembrance of death and the Last Day. Meanwhile, external factors include the influence of the spiritual environment, particularly the presence of pious friends, a supportive atmosphere in the Islamic boarding school, and direct guidance from a wise and prudent spiritual leader. These two factors complement each other and shape the salik's holistic spiritual awareness. To maintain consistency in the practice of self-reflection, saliks employ two main approaches: first, muraqabah, which is the full awareness that Allah SWT constantly monitors every human action; and second, disciplined time management, so that self-reflection isn't just a leisure activity, but becomes part of a daily spiritual routine. With this approach, self-reflection becomes not only a form of self-reflection but also a crucial tool for strengthening spiritual relationships and strengthening the path of the seeker toward knowledge of God. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif salik Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddidiyah Kholidiyah dalam peranannya melakukan muhasabah di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang memengaruhi konsistensi salik dalam melakukan muhasabah, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup pemahaman keagamaan yang tertanam kuat dalam diri salik, kesadaran akan pentingnya muhasabah sebagai kebutuhan rohani, kewaspadaan hati (nigah dasyt), serta ingatan mendalam terhadap kematian dan hari akhir. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan spiritual, terutama kehadiran teman yang shalih, suasana pondok yang mendukung, serta bimbingan langsung dari mursyid yang arif dan bijaksana. Kedua faktor ini saling melengkapi dan membentuk kesadaran spiritual yang utuh dalam diri salik. Untuk menjaga konsistensi dalam praktik muhasabah, salik menggunakan dua pendekatan utama: pertama, muraqabah, yakni kesadaran penuh bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik manusia; dan kedua, pengaturan waktu yang disiplin, sehingga muhasabah tidak sekadar dilakukan saat senggang, tetapi menjadi bagian dari rutinitas spiritual harian. Dengan pendekatan ini, muhasabah tidak hanya menjadi bentuk refleksi diri, tetapi juga menjadi media penting dalam memperkuat hubungan ruhani dan meneguhkan langkah salik dalam menapaki jalan menuju makrifatullah.