Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PCI Revascularization Strategies in Patients with Acute Myocardial Infarction and Multivessel Disease Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Medical and Health Journal Vol 5 No 1 (2025): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.5.1.16915

Abstract

Background: The incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) accompanied by Multivessel Disease (MVD) has increased annually, necessitating appropriate revascularization strategies to minimize clinical risks. Objective: This study aimed to evaluate various revascularization strategies using Percutaneous Coronary Intervention (PCI) that can be applied in patients with AMI and MVD. Methods: A systematic review was conducted using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) method. The keywords used were (“Revascularization" AND "Multivessel Disease" AND "Acute Coronary Syndrome”) OR (“Revascularization" AND "Multivessel Disease" AND "Acute Myocardial Infarction”). Articles were collected based on inclusion criteria: original articles, published in English, and published between 2020 and 2025. Results: A total of 1,263 articles were found in the initial search. Of these, 169 were excluded due to duplication, 1,069 due to irrelevant PICO criteria, and 6 due to limited access. From the remaining 19 articles, it was found that revascularization strategies could be classified based on the number of vessels treated (culprit-only, incomplete, and complete revascularization) and the timing of the intervention (immediate and staged revascularization). Conclusion: No single strategy was superior in all contexts. The choice of revascularization strategy should be individualized based on each patient’s clinical status and coronary anatomy to optimize outcomes.
Intervensi Transkateter Katup Aorta Menggunakan Edwards Sapien 3 Pada Perempuan 70 Tahun Dengan Stenosis Aorta Berat: Laporan Kasus Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.17536

Abstract

Implantasi transkateter katup aorta (TAVI) merupakan pilihan terapi selain bedah pada pasien stenosis aorta (AS) berat dengan risiko bedah yang sedang-tinggi. Tindakan TAVI ini efektif aman dikerjakan pada pasien usia tua dengan AS berat. Kasus perempuan 70 tahun dengan keluhan cepat lelah ketika berenang yang dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, pasien ini dengan gangguan katup AS berat serta memiliki faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. Dari hasil pemeriksaan echo dan CT aorta disarankan untuk tindakan penggantian katup baik secara bedah atau transkateter, pasien memilih untuk tindakan transkateter. Dilakukanlah pemasangan TAVI Edward Sapien 3 ukuran 20mm dengan hasil baik.  Seperti yang ditunjukkan oleh kasus klinis ini, TAVI telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif pada pasien dengan stenosis aorta dan risiko bedah menengah.
MANFAAT REHABILITASI JANTUNG BERBASIS RUMAH: TINJAUAN SISTEMATIS Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.990

Abstract

Latar Belakang: Cardiovascular Disease (CVD) merupakan penyebab utama kematian secara global. Adanya program rehabilitasi jantung diharapkan mampu menurunkan angka kematian akibat CVD. Namun minimnya tingkat partisipasi akibat berbagai situasi menuntut adanya inovasi untuk menjangkau pasien lebih luas. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pelaksanaan Home-Based Cardiac Rehabilitation (HBCR). Tujuan: Mengevaluasi manfaat dan potensi HBCR sebagai strategi rehabilitasi jantung yang efektif dan berkelanjutan. Metode: Studi ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) untuk melakukan tinjauan sistematis. Kata kunci yang digunakan adalah "cardiac rehabilitation" AND ("benefits" OR "outcomes" OR "effects"). Artikel dikumpulkan dengan kriteria inklusi: artikel original, berbahasa Inggris, dan diterbitkan tahun 2022-2025. Lalu dieliminasi dengan kriteria eksklusi: akses terbatas dan terjadi pengulangan dari sumber yang berbeda. Hasil: Dari hasil penelusuran didapatkan 1.107 artikel. Sebanyak 145 artikel dieksklusi karena pengulangan, 930 artikel karena PICO tidak sesuai, dan 8 artikel karena akses terbatas. Dari 24 artikel yang tersisa diketahui bahwa HBCR terbukti memberikan manfaat klinis seperti penurunan mortalitas dan angka rawat inap, serta peningkatan kapasitas fungsional, gaya hidup sehat, dan kualitas hidup. HBCR juga berkontribusi pada perbaikan kesehatan mental dan parameter biomedis, seperti tekanan darah, profil lipid, dan kadar glukosa darah. Kesimpulan: HBCR merupakan pendekatan rehabilitasi yang fleksibel dan efektif. Dengan penyesuaian program yang dipersonalisasi dan dukungan teknologi, HBCR dapat menjadi strategi rehabilitasi jantung yang komprehensif dan berkelanjutan.
Terapi Farmakologis dalam Manajemen Obesitas: Tinjauan Sistematis Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7167

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Meskipun modifikasi gaya hidup tetap menjadi terapi utama, perkembangan farmakoterapi kini berperan penting dalam pengelolaan obesitas secara komprehensif. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan penerapan klinis terapi farmakologis obesitas. Metode Tinjauan sistematis dilakukan melalui pencarian dengan kata kunci (obesity OR overweight) AND ("pharmacological treatment" OR "drug therapy" OR medication) AND ("cardiometabolic complications") pada PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk artikel berbahasa Inggris yang terbit tahun 2020–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: individu dewasa dengan obesitas; I: terapi farmakologis untuk obesitas; C: plasebo atau terapi perilaku non-farmakologis; O: efektivitas klinis). Artikel dieliminasi dengan kriteria eksklusi akses terbatas dan terjadi pengulangan. Hasil Dari 349 artikel yang terkumpul, 20 artikel dieliminasi karena pengulangan, 1 artikel tidak berbahasa Inggris, 141 artikel bukan artikel original, 175 artikel tidak sesuai PICO, dan 2 artikel memiliki akses terbatas. Dari 10 studi yang dianalisis, diketahui bahwa terapi agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP memberikan penurunan berat badan signifikan serta perbaikan metabolik dan kardiovaskular, sementara agen konvensional seperti metformin dan niasin tetap relevan pada pasien dengan disfungsi metabolik. Selain itu, penyesuaian terapi berdasarkan komorbiditas diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas dan keamanan pengobatan obesitas. Kesimpulan yang ditemukan Agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP menunjukkan efektivitas tertinggi, sementara agen konvensional tetap relevan. Penyesuaian terapi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan obesitas.   Kata kunci: Obesitas, terapi farmakologis, tinjauan sistematis
Manajemen Penyakit Kardiovaskular pada Populasi Octogenarian: Tinjauan Sistematis Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp133-141

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup global telah memperbesar populasi usia ≥80 tahun (octogenarian), yang memiliki prevalensi penyakit kardiovaskular (CVD) tertinggi dan tantangan klinis tersendiri. Kondisi ini berdampak pada efektivitas dan keamanan berbagai strategi terapi pada kelompok usia ini. Tinjauan sistematis ini bertujuan meninjau bukti terbaru mengenai manajemen CVD pada populasi octogenarian, mencakup efektivitas, keamanan, dan luaran klinis berbagai intervensi. Pencarian dilakukan dengan kata kunci ("cardiovascular disease" OR "CVD" OR "heart disease") AND ("management" OR "treatment" OR "therapy" OR "intervention") AND ("octogenarians" OR "≥80 years") pada PubMed dan Scopus untuk artikel berbahasa Inggris tahun 2022–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: pasien ≥ 80 tahun (octogenarians) dengan CVD; I: strategi manajemen CVD; C: pasien usia lebih muda atau metode intervensi lain; O: efektivitas dan luaran klinis). Artikel dikeluarkan bila akses terbatas atau duplikasi. Dari 484 artikel yang terkumpul, 54 dieliminasi karena pengulangan, 43 bukan artikel original, 360 tidak sesuai PICO, dan 5 memiliki akses terbatas. Dari 22 studi yang dianalisis, diketahui bahwa berbagai strategi manajemen kardiovaskular, baik farmakologis maupun intervensi, umumnya tetap efektif dan aman pada pasien octogenarian bila dilakukan dengan seleksi pasien dan pemantauan yang tepat. Terapi seperti SGLT2 inhibitor, CRT, NOAC, AVR/TAVR, PCI, serta reperfusi terbukti memberikan manfaat klinis bermakna, meskipun risiko komplikasi meningkat pada kondisi tertentu. Manajemen penyakit kardiovaskular pada octogenarian dapat tetap efektif dan aman dengan strategi terapi yang disesuaikan dengan kondisi fungsional, komorbiditas, dan risiko komplikasi pasien. Hal ini menekankan pentingnya pendekatan individual berbasis bukti dalam populasi usia lanjut.