AbstrakStunting adalah kondisi gagal tumbuh yang ditandai tubuh pendek pada balita yang disebabkankekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting selain pada fisik, juga berdampak pada perkembangan kognitif dan psikososial anakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak faktor genetik, terhadap gangguan intelektual pada balita stunting berusia 3 tahun, serta untuk memahami bagaimana riwayat keluarga mempengaruhi kondisi ini. Metode yang digunakan pendekatan fenomenologis dengan subjek penelitian balita berusia 3 tahun yang mengalami stunting. Data dikumpulkan melalui Denver Developmental Screening Test II (DDST II) untuk mengukur perkembangan anak dalam domain personal-sosial, motorik halus, motorik kasar, dan bahasa Wawancara mendalam dilakukan dengan orang tua untuk mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan keluarga, status gizi, dan stimulasi lingkungan. Pohon keluarga (genogram) dibuat untuk menggambarkan riwayat stunting dalam keluarga. Hasil DDST II menunjukkan keterlambatan perkembangan pada semua domain yang diukur, dengan keterlambatan bahasa yang paling signifikan. Data wawancara mengungkapkan bahwa anak memiliki riwayat keluarga dengan stunting, dan terdapat keterbatasan dalam asupan gizi serta stimulasi lingkungan yang memadai. Diskusi: Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik berperan signifikan dalam stunting dan gangguan perkembangan intelektual. Riwayat keluarga yang mengalami stunting dan berat lahir rendah merupakan indikator risiko tinggi untuk keterlambatan perkembangan. Faktor lingkungan, termasuk keterbatasan nutrisi dan stimulasi, memperburuk kondisi ini. Kesimpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi dini yang melibatkan perbaikan nutrisi, stimulasi perkembangan, dan dukungan ekonomi untuk mengatasi stunting dan gangguan perkembangan pada balita. Pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang berisiko. Kata kunci : Stunting, gangguan intelektual, faktor genetik, Denver Developmental Screening Test II (DDST II)