Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan peserta pelatihan dalam penyusunan laporan keuangan, hal ini diduga berhubungan dengan keaktifan belajar dalam mengikuti pelatihan pembukuan laporan keuangan berbasis IT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keaktifan belajar, kemampuan pengelolaan keuangan peserta pelatihan dan melihat gambaran hubungan keaktifan belajar dengan kemampuan pengelolaan keuangan peserta pelatihan di UPTD Balai Diklat Koperasi Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 42 orang peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan pembukuan laporan keuangan berbasis IT di UPTD Balai Diklat Provinsi Sumatera Barat. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan pengambilan 60% sampel dari populasi 42 orang yaitu sebanyak 25 peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan pengelolaan data menggunakan SPSS versi 25. Teknik analisis data menggunakan rumus presentase serta korelasional dengan rumus spearmen rho untuk menguji hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keaktifan belajar peserta pelatihan di UPTD Balai Diklat Koperasi Provinsi Sumatera Barat dikategorikan sedang, (2) kemampuan pengelolaan keuangan peserta pelatihan juga berada pada kategori sedang dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan belajar dengan kemampuan pengelolaan keuangan peserta pelatihan di UPTD Balai Diklat Provinsi Sumatera Barat.