Local Government Revenue (PAD) is an important component in realizing fiscal independence and sustainable regional development. However, in Indragiri Hilir Regency, the contribution of PAD to total regional income is still relatively low about 7 to 11 % per year. This paper aims to examine strategies for increasing PAD through three main approaches, namely diversification of PAD sources, optimization of regional tax and retribution management, and strengthening the role of Regionally-Owned Enterprises (BUMD). The methods used in this writing are literature studies and qualitative policy analysis. The results of the study indicate that diversification of PAD sources can be done by exploring the potential of new sectors such as tourism, creative economy, and environmental services. Optimization of regional taxes and levies requires updating the database, digitizing the collection system, and increasing taxpayer compliance. Meanwhile, strengthening BUMD requires institutional reform, increasing management professionalism, and developing business units based on local potential. An integrated strategy through the synergy of the three approaches is believed to be able to significantly increase regional fiscal capacity. For this reason, it is necessary to form a PAD Management Optimization Team whose duties include inventorying PAD sources, optimizing regional tax and retribution data collection, digitizing payment systems, campaigning for taxpayer awareness, and improving BUMD performance. With a strong commitment from all stakeholders, optimizing regional taxes and levies will not only increase regional revenues, but also encourage fiscal independence and strengthen the capacity for regional development as a whole. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan komponen penting dalam mewujudkan kemandirian fiskal dan keberlanjutan pembangunan daerah. Namun, di Kabupaten Indragiri Hilir, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah masih tergolong rendah, sekitar 7 sampai 11 % pertahun. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan PAD melalui tiga pendekatan utama, yaitu diversifikasi sumber PAD, optimalisasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah, serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka dan analisis kebijakan secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa diversifikasi sumber PAD dapat dilakukan dengan menggali potensi sektor-sektor baru seperti pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa lingkungan. Optimalisasi pajak dan retribusi daerah menuntut pembaruan basis data, digitalisasi sistem pemungutan, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak. Sementara itu, penguatan BUMD membutuhkan reformasi kelembagaan, peningkatan profesionalisme manajemen, serta pengembangan unit usaha yang berbasis potensi lokal. Strategi terpadu melalui sinergi ketiga pendekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah secara signifikan. Untuk itu perlu dibentuk Tim Optimalisasi Pengelolaan PAD yang bertugas antara lain menginventarisir sumber-sumber PAD, optimalisasi pendataan pajak dan retribusi daerah, digitalisasi sistem pembayaran, kampanye kesadaran wajib pajak, dan peningkatan kinerja BUMD. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, optimalisasi pengelolaan PAD bukan hanya akan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga mendorong kemandirian fiskal serta memperkuat kapasitas pembangunan daerah secara menyeluruh.