Mawar Indah Purnama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Isolasi Dan Identifikasi Mikroorganisme Pada Terasi Udang (Acetes sp) Tanjung Jabung Timur Mawar Indah Purnama
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.620

Abstract

Terasi  udang (Acetes sp.) merupakan produk fermentasi tradisional yang populer di Indonesia. Kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses fermentasi dan mikroorganisme yang berperan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme pada sampel terasi udang dari Tanjung Jabung Timur guna memahami peran potensinya dalam proses fermentasi dan pengembangan produk pangan fungsional. Penelitian ini menggunakan metode sebar (spread plate) pada media Nutrient Agar (NA) untuk mengisolasi mikroorganisme. Sampel terasi diencerkan secara bertingkat hingga 10⁻³, dan setelah diinkubasi selama 24-48 jam, koloni yang tumbuh diamati morfologinya. Identifikasi awal dilakukan dengan metode pewarnaan Gram dan pengamatan di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan adanya pertumbuhan koloni yang beragam. Berdasarkan pengamatan morfologi dan pewarnaan Gram, ditemukan tiga jenis koloni dominan: bakteri Gram positif berbentuk kokus, bakteri Gram negatif berbentuk batang, dan bakteri Gram positif berbentuk batang. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa bakteri Gram positif kokus diduga termasuk dalam genus Staphylococcus, sementara bakteri Gram positif batang sesuai dengan karakteristik genus Bacillus. Adanya bakteri Gram negatif berbentuk batang diduga berasal dari genus Pseudomonas. Kesimpulannya, terasi udang dari Tanjung Jabung Timur memiliki mikroflora yang heterogen, terdiri dari bakteri yang berperan dalam fermentasi (Bacillus dan Staphylococcus) serta bakteri yang berpotensi menjadi kontaminan (Pseudomonas). Keberagaman ini menunjukkan bahwa proses fermentasi terasi bersifat spontan dan dipengaruhi oleh kondisi higienitas. Penelitian ini menjadi data awal penting untuk studi lanjutan, seperti uji biokimia dan identifikasi molekuler, guna mengoptimalkan peran mikroorganisme fungsional dalam industri terasi