Penelitian ini mengkaji proses harmonisasi pendekatan modern dan tradisional dalam manajemen sumber daya desa di Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Di tengah arus modernisasi yang cepat, desa-desa di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan praktik tradisional yang telah lama mengakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dinamika, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan implikasi dari proses harmonisasi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menggabungkan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, focus group discussions (FGD), dan analisis dokumen. Data dikumpulkan selama periode enam bulan, melibatkan berbagai pemangku kepentingan di desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses harmonisasi merupakan fenomena kompleks yang melibatkan negosiasi aktif antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernisasi. Ditemukan bahwa masyarakat desa secara kreatif mengadaptasi teknologi modern ke dalam sistem sosial-budaya yang ada, menciptakan model manajemen sumber daya yang unik dan kontekstual. Peran kunci generasi muda dan kepemimpinan desa dalam memfasilitasi integrasi ini juga terungkap. Meskipun proses harmonisasi menghasilkan peningkatan efisiensi dan partisipasi masyarakat, juga ditemukan adanya tantangan seperti potensi marginalisasi kelompok tertentu dan kesenjangan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen sumber daya desa di era digital bergantung pada kapasitas untuk mengintegrasikan inovasi dengan kearifan lokal. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kebijakan pembangunan desa yang lebih responsif dan kontekstual. Kata kunci: manajemen sumber daya desa, harmonisasi, modernisasi,