Zuhriyatul Jannah, Indah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SKRIPSI DAN SPIRITUALITAS : KETERKAITAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA AKHIR Zuhriyatul Jannah, Indah; A'yuni Fitriana, Qurrota
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6556

Abstract

This study aims to examine the relationship between spiritual well-being and resilience in final-year students working on their thesis, a phase often marked by significant academic pressure. Final-year students frequently experience stress and difficulties during the thesis-writing process, which is a graduation requirement. Spiritual well-being is considered a protective factor that contributes to an individual’s ability to remain resilient under academic stress. This study employed a quantitative approach with 134 final-year undergraduate Psychology students as participants. The instruments used were the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation, yielding a significance value (p) = 0.000 (< 0.05) and a correlation coefficient (r) = 0.724, indicating a strong positive relationship between the two variables. Specifically, this research distinguishes the correlations of two SWB dimensions religious and existential and finds that the existential dimension has a stronger relationship with resilience than the religious dimension. These findings provide practical implications for student resilience interventions, highlighting the importance of fostering meaning and purpose in life alongside strengthening religious aspects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dan resiliensi pada mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi, sebuah fase yang penuh tekanan dalam proses perkuliahan. Mahasiswa tingkat akhir kerap mengalami stres dan kesulitan selama menyusun skripsi sebagai syarat kelulusan. Kesejahteraan spiritual dipandang sebagai faktor protektif yang berkontribusi terhadap kemampuan individu untuk tetap tangguh dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek sebanyak 134 mahasiswa akhir jurusan S1 Psikologi. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Analisis data dilakukan dengan korelasi Pearson Product Moment, menghasilkan nilai signifikansi (p) = 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,724 yang menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel. Secara khusus, penelitian ini membedakan korelasi antara dua dimensi SWB religi dan eksistensial dan menemukan bahwa dimensi eksistensial memiliki kekuatan hubungan lebih tinggi dibandingkan dimensi religius. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi intervensi peningkatan resiliensi mahasiswa, yakni pentingnya program pengembangan makna dan tujuan hidup di samping penguatan aspek religius.