Talete, Natasya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Becoming a Church That Is Heard: A Mission Paradigm for Generation Z Hungry for Meaning Revalyna Natasya Sara Aomo; Niatang, Cindy; Talete, Natasya; Kahimpong, Mario
Philosophy Global: International Journal of Christian and Catholic Philosophy Vol. 2 No. 1 (2025): March || Philosophy Global: International Journal of Christian and Catholic Phi
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/philosophyglobal.v2i1.182

Abstract

This article explores the paradigm of church missions in reaching Generation Z, known as the digital generation hungry for meaning. The main challenge faced is the irrelevance of traditional, institutional, and dogmatic missionary approaches, which fail to address the emotional and spiritual needs of Generation Z. The aim of this research is to identify and propose more participatory and dialogical missionary methods, as well as leverage digital technology to build authentic communities. The method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach, involving literature review and narrative analysis. The main findings indicate that the church needs to transform from merely delivering messages to listening and guiding, and creating interactive spaces that allow Generation Z to actively engage. Thus, the church can become a community that is inhabited, not just a place that is visited, where each individual feels accepted and has space to grow in faith. In conclusion, to remain relevant in the digital age, the church must adopt a new mission paradigm that focuses on consistent and meaningful presence in the lives of Generation Z, so that it can become a voice that is heard and provides hope and meaning in their lives.
DARI KRISIS MENUJU BERDAYA: TELAAH PUSTAKA TENTANG STRATEGI DAN PERAN PASTORAL GEREJA DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI JEMAAT Methusala, Nobel; Matteuw, Triatno; Talete, Natasya; Mongkau, Akwila
LIMMUD: Jurnal Ilmu Keagamaan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Maret || LIMMUD: Jurnal Ilmu Keagamaan dan Sosial Humaniora
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/limmud.v2i1.250

Abstract

Kemiskinan telah menjadi persoalan umat manusia secara global yang telah berakar juga di Indonesia secara meluas, sehingga hal ini bukan hanya berbicara tentang kekurangan materi tetapi juga telah merenggut potensi tiap individu untuk berkembang dalam bermasyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mendefinisikan dengan berbagai definisi kemiskinan yaitu ketdakmampuan tiap individu untuk berupaya memenuhi standar kebtuhan dasar dan hidup dengan layak. Publikasi BPS pada September 2024 memperlihatkan angka atau presentase garis kemiskinan di Indonesia sebesar 8,57%. Hal ini memberikan informasi kepada kita bahwa masyarakat kita masih rentan dalam hal ekonomi, oleh karena itu kemiskinan memberikan dampak kepada masyarakat seperti, meningkatnya angka pengangguran, kterbatasan pada akses pendidikan dan kesehatan, kesenjangan sosial, serta penurunan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Untuk menyikapi masalah ini pelayanan pastoral yang adaptif dan transfomatif menjadi hal yang krusial dan harus terus mengembangkan terkait praksis pastoral kepada jemaat agar pelayanannya tetap relevan terhadap dinamika zaman dan juga dapat dijadikan sebagai tanda pengharapan bagi umat agar mampu menghadapi tantangan dalam hal ini kemiskinan.