Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penyebab Kesulitan Pemahaman Siswa dalam Bahasa Indonesia dan Matematika serta alternatif solusinya Rika Febrianti; Siti Nurfitriani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.18910

Abstract

Kendala yang dihadapi siswa dalam memahami mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika di tingkat sekolah dasar menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kesulitan belajar pada peserta didik serta menawarkan alternatif solusi untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis beragam sumber referensi akademik yang relevan. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa dalam Matematika, kesulitan siswa terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep dasar, kesulitan menghafal fakta perkalian, serta minimnya keterkaitan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kendala utama yang dihadapi siswa meliputi rendahnya pemahaman kata, penguasaan kosakata yang terbatas, serta kurangnya motivasi belajar. Sebagai alternatif solusi, penelitian ini merekomendasikan penggunaan tabel perkalian dan latihan berulang dalam pembelajaran Matematika, serta pembelajaran berbasis permainan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan pemahaman bahasa siswa. Dengan penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami konsep dalam kedua mata pelajaran tersebut sehingga meningkatkan hasil belajar mereka secara keseluruhan. Kata Kunci: kesulitan belajar, pemahaman siswa, Matematika, Bahasa Indonesia, solusi pembelajaran
Dalam Analisis Penggunakan Bahasa Slang pada Akun YouTube Gaming Windah Basudara Ikhlasia Kinan Kusmana; Nabila Azwa Shahira; Bastian Mulki; Siti Nurfitriani
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 4 No. 02 (2025): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/3nz29q58

Abstract

Dalam era digital, smartphone tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai sumber hiburan, terutama melalui konten gaming yang semakin diminati. Penelitian ini berfokus pada analisis penggunaan bahasa gaul atau slang dalam konten YouTube gaming milik Windah Basudara, seorang kreator yang populer di kalangan generasi muda dengan lebih dari 14,5 juta subscriber. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena penggunaan bahasa slang dalam konten video. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana istilah-istilah slang yang digunakan oleh Windah Basudara, seperti copong, amonali, amolali, dan sebagainya, membentuk dinamika interaksi antara kreator dan penonton, khususnya remaja dan anak-anak. Selain sebagai elemen hiburan, bahasa slang tersebut berfungsi sebagai identitas komunitas yang menciptakan rasa keterikatan dan kebersamaan di antara penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul atau slang yang digunakan, seperti copong, capculacay, pembaik, poroba, hingga variasi kata anomali seperti amonali, alomali, alolami, amolali, dan amonalus, adalah bentuk spontanitas kreatif Windah Basudara dalam menciptakan kata-kata baru yang relevan dengan konteks permainan yang dimainkan dan membangun interaksi dengan penontonnya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan identitas di era media sosial, serta dampaknya terhadap perkembangan cara berkomunikasi di kalangan generasi muda. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bahasa digital terhadap budaya komunikasi di masyarakat modern. Namun, perlu ada kesadaran untuk mengimbangi penggunaan bahasa informal ini dengan tetap mengapresiasi dan menggunakan bahasa formal dalam situasi yang sesuai.