Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan teknologi telemedicine terhadap akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Dalam konteks geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, akses terhadap layanan kesehatan seringkali menjadi tantangan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Telemedicine, sebagai inovasi berbasis teknologi, menawarkan potensi untuk mengatasi hambatan ini dengan menyediakan layanan kesehatan jarak jauh melalui komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 200 responden dari berbagai daerah terpencil di Indonesia. Responden terdiri dari pasien, tenaga medis, dan pemangku kepentingan di sektor kesehatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk mengukur hubungan antara penggunaan telemedicine dengan peningkatan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan telemedicine secara signifikan meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Teknologi ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan konsultasi medis secara real-time, mengurangi waktu perjalanan ke fasilitas kesehatan, dan menekan biaya pengobatan. Selain itu, tenaga medis juga melaporkan bahwa telemedicine membantu mereka dalam diagnosis, pengawasan pasien, dan pengambilan keputusan klinis. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, kurangnya literasi teknologi di kalangan pengguna, serta kebutuhan akan regulasi yang lebih komprehensif. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa telemedicine memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Meski demikian, keberhasilan implementasi telemedicine memerlukan dukungan infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan kerangka regulasi yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi telemedicine dalam mendukung sistem kesehatan yang inklusif