Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MEDIASI PADA PERKARA PERCERAIAN DI MAHKAMAH SYARIYAH KABUPATEN GAYO LUES Nurcahya; Hamdani; Fauzah Nur Aksa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2025): (April)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimfh.v8i2.21725

Abstract

Fenomena perceraian di Mahkamah Syariyah Kabupaten Gayo Lues terus meningkat meskipun musyawarah adat masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menyelesaikan konflik rumah tangga. Implementasi mediasi sebagai alternatif penyelesaian perkara menghadapi hambatan, seperti rendahnya tingkat keberhasilan mediasi dan minimnya kesadaran hukum masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi mediasi dalam perkara perceraian, hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap hakim mediator, pihak berperkara, serta tokoh masyarakat yang terlibat dalam penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyelesaian perkara perceraian di Kabupaten Gayo Lues masih didominasi oleh mediasi berbasis adat yang menekankan musyawarah dan pelibatan tokoh masyarakat serta keluarga besar, yang mencerminkan kuatnya nilai budaya lokal dalam menyelesaikan konflik rumah tangga secara kekeluargaan sebelum beralih ke mekanisme hukum formal di Mahkamah Syariyah. Namun, pelaksanaan mediasi dalam perkara perceraian di Mahkamah Syariyah Kabupaten Gayo Lues belum efektif karena berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman hukum masyarakat, kurangnya kepercayaan terhadap lembaga peradilan, dan minimnya pemahaman para pihak mengenai prosedur mediasi formal turut menghambat keberhasilan mediasi. Kendala teknis seperti jarak jauh dan biaya transportasi juga memperburuk partisipasi masyarakat dalam mediasi. Untuk mengatasi hambatan ini, Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Gayo Lues dapat meningkatkan sosialisasi dan edukasi hukum, melibatkan tokoh adat dalam mediasi formal, serta memanfaatkan teknologi untuk layanan mediasi daring. Selain itu, penting untuk memperkuat integrasi antara mediasi adat dan formal melalui kebijakan daerah yang mendukung, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan mengoptimalkan peran hakim mediator dan memastikan netralitas dalam proses mediasi. Di sarankan kepada Mahkamah Syariyah, pemerintah daerah, dan tokoh adat serta agama memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan edukasi hukum masyarakat dan mengintegrasikan nilai-nilai adat dalam prosedur hukum formal, sehingga mediasi dapat menjadi solusi utama dalam penyelesaian perceraian yang damai dan adil.
PEMBERIAN CENDAWAN DARK SEPTATE ENDOPHYTE (DSE) DAN INTERVAL PENYIRAMAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI GOGO Nurcahya; Mahfudz; Marhani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/5eckha52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi cendawan DSE dan Interval penyiraman yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo, menganalisis konsentrasi cendawan DSE yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan tanaman padi gogo dan menganalisis interval waktu penyiraman yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan green house, Desa Labuan Toposo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2024 sampai bulan Juni 2025. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dua faktorial, faktor pertama pengaplikasian Cendawan DSE yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa DSE, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml. Faktor kedua Interval Penyiraman yang terdiri dari tiga yaitu 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada pemberian cendawan DSE dengan dosis 30 ml memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman padi gogo sedangkan interval penyiraman dan interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo.