Homeostasis atau keseimbangan cairan sangat penting bagi kehidupan karena perannya dalam proses metabolisme, transportasi, sirkulasi, dan pengaturan suhu. Tubuh telah mengatur keseimbangan cairan secara ketat, namun gangguan keseimbangan cairan seperti dehidrasi bisa saja terjadi. Dehidrasi dapat juga dialami oleh perawat dan memberikan dampak pada performa fisik yang menyebabkan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status hidrasi perawat dan hubungan asupan cairan, status gizi dengan status hidrasi pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sample sebanyak 71 perawat pada salah satu RS Swasta di Jakarta Barat. Data karakteristik responden diperoleh menggunakan kuesioner, asupan recall cairan dilakukan selama 1 x 24 jam, status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan status hidrasi diketahui melalui pemeriksaan berat jenis urin. Hasil penelitian ini menunjukkan 35,2 % responden berusia dewasa awal, sebanyak 52,1% kurang asupan cairan, 62 % berstatus gizi normal, dan 52,1 % dengan status hidrasi dehidrasi. Hasil analisis bivariat dengan uji Kendall’s tau c menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara asupan cairan dengan status hidrasi (p-value = 0,001) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan status hidrasi (p-value = 1,000). Kesimpulan dari penelitian ini asupan cairan sangat menentukan status hidrasi pada perawat. Saran untuk responden supaya dapat meningkatkan asupan cairan sehingga dapat mempertahankan homeostasis cairan.