Gusmara, Herry
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH WAKTU PEMBERSIHAN GULMA DAN POLA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Simanihuruk, Bilman W.; Gusmara, Herry; Hutagaul, Dedi Hermawan
AGRITROP Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.699 KB) | DOI: 10.32528/agr.v16i1.1551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiwaktu pembersihan gulma padatanaman padi sawah terhadap pertumbuhan dan hasilnya, mengetahui pola tanam terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah, dan mengetahui interaksi antara pola tanam dan waktu pembersihan gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah.Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu dengan jenis tanah histosol (gambut). Penelitian dilakukan dari Bulan Januari sampai April 2017.Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu pola tanam dan waktu pengendalian gulma pola tanam terdiri atasjajar legowo (2:1) jarak antar legowo 30 cm dan jarak tanam di dalam legowo 20cmx10 cm, dantegel (25cmx25cm) dan waktu pengendalian gulma terdiri atas pembersihan gulma pada umur 3 MST, pembersihan gulma pada umur 5MST, pembersihan gulma pada umur 7MST, pembersihan gulma pada umur 3dan 5MST, dan pembersihan gulma pada umur 5dan 7MST.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pembersihan gulma 5 dan 7 minggu setelah tanam menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 144,32 cm, dan berat gabah per rumpun terberat yaitu 43,91 gram. Sedangkan pola tanam jajar legowo menghasilkan indeks luas daun terluas yaitu 9,78. Pola tanam tegel menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 112,28 cm, jumlah anakan produktif terbanyak yaitu 15,55 batang, dan bobot gabah kering terberat yaitu 43,91 gram. Interaksi pola tanam tegel dan waktu pembersihan gulma 3 minggu setelah tanam menghasilkan jumlah anakan produktif terbanyak yaitu 17,23 batang.Pola tanam legowo memberikan hasil padi tertinggi setara dengan 5,74 kg GKG per petak (6 m2). Sebaliknya, pola tanam tegel hanya menghasilkan 4,22 kg GKG per plot 
PENGARUH LUMPUR SAWIT DAN NPK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG Nugroho, Jodi Setiawan; Gusmara, Herry; Wilman S, Bilman
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.774 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan lumpur sawit (LS) dan NPK yang  memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung terbaik.Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Desa Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dengan jenis tanah Ultisol dan ketinggian tempat 25 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tujuh perlakuan yaitu tanpa pemberian LS dan NPK mutiara, pemberian NPK mutiara dengan dosis 300 kg ha-1, pemberian kompos LS 30 ton ha-1, pemberian 225 kg NPK mutiara ha-1 + 10 ton ha-1LS, pemberian 150 kg NPK mutiara ha-1+ 20 ton ha-1LS, pemberian 75 kg NPK mutiara ha-1 + 30 ton ha-1LS, dan pemberian 30 ton ha-1LS tanpa pengomposan. Setiap perlakuan diulang empat kali. Ukuran petakan 2,8 m x 3,2 m dengan jarak tanam 70 cm x 30 cm, sehingga diperoleh 32 tanaman perpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang memberikan respon terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah perlakuan 150 kg NPK mutiaraha-1+ 20 ton ha-1LS, yang berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, bobot biomassa bagian atas kering, bobot 100 biji, dan bobot pipilan kering. Bobot pipilan tertinggi dicapai sebesar 5,14 kg per petak yang setara dengan 6.813 ton ha-1. Perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap diameter batang, jumlah daun, bobot biomassa bawah segar dan kering, bobot biomassa atas basah, dan diameter tongkol.