Maharani, Devina Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KETERAMPILAN LABORATORIUM MERANCANG PRAKTIKUM UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI SAINS YANG EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA Maharani, Devina Wahyu
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sains seharusnya dirancang untuk membentuk individu yang memiliki kecakapan literasi sains atau scientifically literate. Literasi sains bukan hanya menjadi bagian dari tujuan pendidikan, tetapi juga merupakan kebutuhan esensial dalam kehidupan masyarakat modern. Tingginya tingkat literasi sains suatu negara bahkan berkorelasi erat dengan kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakatnya. Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat krusial. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih unggul dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam membina kemampuan berpikir ilmiah siswa. Tidak hanya guru yang sedang mengajar, mahasiswa calon guru juga perlu dibekali dengan kompetensi sains yang mendalam agar kelak mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan efektif. Oleh karena itu, penguasaan literasi sains menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh setiap calon pendidik sains. Salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan literasi sains adalah melalui penerapan metode inkuiri ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ini menekankan pada aktivitas eksploratif yang memungkinkan siswa membangun pemahaman melalui proses bertanya, menyelidiki, dan menemukan konsep secara mandiri. Dalam konteks pembelajaran IPA, pendekatan inkuiri tidak hanya meningkatkan pemahaman terhadap fenomena alam, tetapi juga memperkuat sikap ilmiah seperti ketekunan, rasa ingin tahu, dan keterbukaan terhadap data. Penguatan proses sains dan pengembangan sikap ilmiah menjadi aspek penting yang sejalan dengan esensi pendidikan sains itu sendiri. Salah satu strategi yang dapat mendukung penerapan pendekatan ini adalah pembelajaran berbasis praktikum. Melalui kegiatan praktikum yang terstruktur dan bermakna, siswa dapat mengembangkan keterampilan proses sains, menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah secara ilmiah.