Situation Awareness merupakan sebuah persepsi atau tanggapan petugas AMC untuk dapat memahami kondisi atau keadaan pada wilayah airside bandar udara. Situation Awareness sangat penting karena dapat berpengaruh pada kinerja petugas AMC dan keberhasilan mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan saat kegiatan operasional penerbangan berlangsung. Petugas AMC harus bisa mencegah potensi bahaya yang akan terjadi sedini mungkin. Maka memerlukan kemampuan kesadaran yang tinggi dan respons cepat untuk dilakukan penencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana petugas AMC melakukan proses penerapan Situation Awareness, kendala yang dihadapi, solusi serta upaya untuk meningkatkan Situation Awareness di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Menguji keabsahan data menggunaan teknik triangulasi. Penelitian ini dilakukan pada periode Angustus – September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Situation Awareness di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo telah dilaksanakan dengan baik, yang mencakup deteksi awal, pengumpulan data, penilaian risiko, tindakan cepat, serta evaluasi. Meskipun telah sesuai SOP, masih terdapat kelemahan seperti dalam pendeteksian gangguan dini dan komunikasi antar unit. Upaya peningkatan dilakukan melalui patroli rutin, optimalisasi CCTV, koordinasi dengan unit terkait, sosialisasi, serta pelatihan berbasis situasi nyata guna memperkuat kemampuan pengamatan dan pengambilan keputusan. Kendala utama meliputi keterbatasan sistem pengawasan, komunikasi yang kurang efektif, kekurangan personel dan kurangnya pemahaman terhadap SOP bagi personel junior. Solusi yang diusulkan adalah perbaikan CCTV jarak jauh dapat efektif, peningkatan komunikasi antar unit terkait, penambahan personel dan pelaksanaan pelatihan rutin.