Teintang, Ronne A. Y.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Gereja dan Pembentukan Karakter Kristiani di Era Digital: Sintesis Teologi Pendidikan dan Tantangan Etika Digital Teintang, Ronne A. Y.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.230

Abstract

This article examines the strategic role of church education in shaping Christian character in the midst of a digital era full of value disruption and ethical challenges. Through a theological approach to education, this study seeks to integrate the normative understanding of Christian faith with the dynamics of digital culture that affect the spirituality and morality of today's generation. This research uses a descriptive qualitative method based on literature study by examining theological sources, Christian education literature, and contemporary digital ethics studies. It can be concluded that contextualized church education, based on strong theology and aware of the challenges of digital ethics, can be a means of resilient and virtuous character building. This article closes the research gap related to the synthesis between faith education and the church's response to the digital revolution in the character building of the people. AbstrakArtikel ini mengkaji peran strategis pendidikan gereja dalam membentuk karakter Kristiani di tengah era digital yang sarat dengan disrupsi nilai dan tantangan etika. Melalui pendekatan teologi pendidikan, studi ini berupaya mengintegrasikan pemahaman normatif iman Kristiani dengan dinamika budaya digital yang memengaruhi spiritualitas dan moralitas generasi masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menelaah sumbersumber teologis, literatur pendidikan Kristen, dan kajian etika digital kontemporer. Maka itu dapat disimpulkan bahwa pendidikan gereja yang kontekstual, berbasis teologi yang kuat, dan sadar akan tantangan etika digital dapat menjadi sarana pembentukan karakter yang resilien dan berbudi luhur. Artikel ini menutup kesenjangan riset terkait sintesis antara pendidikan iman dan respons gereja terhadap revolusi digital dalam pembentukan karakter umat.