Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI (OAE) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD LANGSA Juliana Juliana; Mauliana Mauliana; Ajmain Ajmain
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting yang mewakili 0,6% dari penyakit secara global yang khususnya berdampak pada orang-orang yang tinggal di Negara-negara berkembang dimana kejadian epilepsi mungkin 10 kali lipat lebih banyak daripada di negara maju. Terapi utama epilepsi adalah dengan obat anti epilepsi. Pemberian obat anti epilepsi ini bertujuan untuk mengontrol bangkitan epilepsi. Obat anti epilepsi lini pertama adalah karbamazepin, asam valproat, fenobarbital, dan fenitoin (Arifputra, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan obat anti epilepsi pada pasien rawat jalan RSUD Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang diagnosis epilepsi di Ruang Rawat Jalan RSUD dengan jumlah sampel sebanyak 45 sampel cara penarikan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling.Hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik pasien epilepsi sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 24 pasien (53,3%) dan berdasarkan usia sebagian besar berusia 1-5 tahun sebanyak 19 pasien (42,2%), jenis obat anti epilepsi yang paling banyak diberikan yaitu Asam Valproat sebanyak 34 pasien (75,5%), sebanyak 34 resep (75,5%) yang diresepkan dokter untuk terapi epilepsi adalah monoterapi dan sebanyak 100% obat anti epilepsi diberikan sudah tepat obat dan tepat indikasi serta berdasarkan tepat dosis sebanyak 71,1% sudah tepat dosis dan 28,9% tidak tepat dosis disebabkan pemberian dosis yang berlebih.
Hubungan Intensitas Pengasuhan Cucu dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Nurul Fadilah; Nurhayati Ningsih; Ajmain Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan cucu yang dilakukan oleh lansia dapat memberikan dampak secara fisik, psikologi dan sosial bagi lansia. Mengasuh cucu dapat menyebabkan lansia mengalami kelelahan, stress dan kehilangan waktu senggang. Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan terhadap 10 lansia yang mengasuh cucu diperoleh bahwa sebanyak 7 lansia (70%) lansia mengasuh cucu karena itu menggantikan posisi orang tuanya terutama ibu yang bekerja. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kualitas hidup lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia perempuan di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro sebanyak 433 orang, jumlah sampel sebanyak 54 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden sebagian besar mengasuh cucu dengan intensitas yang intensive sebanyak 30 responden (55,6%), kualitas hidup lansia sebagian besar rendah sebanyak 23 respobnden (42,6%). Ada hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kejadian kualitas hidup pada lansia dengan p-value 0,010 (p<0,05). Institusi kesehatan perlu meningkatkan dan mendukung program kesehatan lansia guna membantu mencegah dan mengatasi permasalahan psikososial serta meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia, terutama yang mengasuh cucu.