ABSTRAKFirman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita. Firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Yakobus 1:22 menyatakan bahwa hendaknya kita menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak melakukan Firman Tuhan maka kita hanya menipu diri sendiri. Penulis meneliti dan mengamati kelompok Gali Baca Alkitab (GBA) yang ada di Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia cabang Tenggilis Mejoyo Surabaya yang telah menyelesaikan pembacaan Alkitab selama periode tahun 2018-2019. Penelitian ini menunjukkan bahwa Alkitab sanggup mengingatkan, menegur dan mengubahkan perilaku jika kita sungguh-sungguh merenungkannya. Sebagai orang percaya, kita juga dituntut untuk terus setia dan tidak meninggalkan kebiasaan baik membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan setiap hari.Kata kunci; Geneva, STTIAA, Alkitab, Merenungkan, PerilakuABSTRACTGod’s Word is a lamp to our feet and a light for our path. God’s Word is profitable for teaching, for reproof, for correction, and for training in righteousness. James 1:22 states that we must be doers of the Word and not hearers only because if we do not do the Word of God then we are only deceiving ourselves. The author made a survey to examine and observe one group of Reading and Meditating on Bible at Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia, the Tenggilis Mejoyo branch in Surabaya. This group has finished the 2018-2019 Bible Reading Group program (which is called GBA: Gali Baca Alkitab). The survey shows that the Bible is able to remind, to rebuke, and to change our behavior when we really meditate on it. As believers, we are being asked to continue to be faithful and not to quit from the good habit of reading, meditating and practicing on God’s Word every day.Keywords; Geneva, STTIAA, Bible, Meditate, Behaviour