Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIKAP ETIS UMAT KRISTEN DI TENGAH GLOBALISASI EKONOMI DAN PROBLEM KEMISKINAN Chandra, Arthur
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 13 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v13i1.104

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menyajikan usulan sikap etis umat Kristen terhadap globalisasi ekonomi dan problem kemiskinan di tengah resesi global dunia. Usulan ini dipandang perlu karena umat Kristen seringkali melakukan privatisasi iman yang berorientasi pada keselamatan jiwa. Di sisi lain, gereja juga kerap mengandalkan suara profetis untuk melakukan protes terhadap pemerintah untuk mengatasi problem kemiskinan tetapi kurang memperhatikan peranan individu dan pemahaman analisa ekonomi yang tepat. Tulisan ini berupaya untuk menguak potensi kekuatan pasar kapitalisme dalam globalisasi ekonomi untuk mengatasi problem kemiskinan dunia dengan mengintegrasikan prinsip keadilan distributif yang dapat diaplikasikan umat Kristen secara individu dalam kehidupan pekerjaan mereka. Dalam upayanya, penulis menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan melihat dari sudut pandang ekonomi, tinjauan Alkitab dan sudut pandang etis umat Kristen sebagaimana diusulkan oleh pelbagai teolog dalam sejarah khususnya dalam tradisi reformed. Sebagai penutup, penulis mengajak umat Kristen untuk memiliki upaya transformatif dalam memerangi kemiskinan dunia dengan pelbagai sikap etis dengan pelibatan diri secara aktif dalam pasar ekonomi global yang diimbangi dengan pengaplikasian prinsip keadilan distributif.Kata Kunci: Globalisasi ekonomi, kemiskinan dunia, sikap etis, keadilan distributif 
Implikasi Praktis Konsep Teologis Munus Triplex bagi Pendidik Kristen [Practical Implications of the Munus Triplex Theological Concept for Christian Educators] Chandra, Arthur
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 6 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i1.7883

Abstract

This paper discusses the practical implications of the theological concept of the three roles of Christ's office which is one of the distinctive identities of Reformed theology with the term munus triplex in the realm of Christian education.  This theological concept explains the identity and work of Christ in salvation by carrying out the role of office as prophet, priest and king. The purpose of this study is to explain and apply the concept of Munus Triplex as one of the tools to manifest Christian theology concretely and specifically in the pedagogical context by presenting the identity and work of Christ as the centre of salvation, where Christian educators need to build it through certain habits with students continuously. The habit is built intentionally in presenting educators as the image of Christ through the implementation of the role of the office of prophet, priest and king.  Thus, the educator is expected to see Christ through the habits built by the Christian educator so that the educator can grow to love God and resemble Christ more and more. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tulisan ini membahas tentang implikasi praktis dari konsep teologis tiga peran jabatan Kristus yang menjadi salah satu identitas khas dari teologi Reformed dengan istilah munus triplex dalam ranah pendidikan Kristen.  Konsep teologis ini menjelaskan mengenai identitas dan karya Kristus dalam keselamatan dengan mengemban peran jabatan sebagai nabi, imam dan raja. Tujuan dalam penelitian ini adalah menjelaskan dan mengaplikasikan konsep Munus Triplex sebagai salah satu tools untuk mengejawantahkan teologi Kristen secara konkrit dan partikular dalam konteks pedagogik dengan menampilkan identitas dan karya Kristus sebagai pusat keselamatan, dimana pendidik Kristen perlu membangunnya melalui kebiasaan tertentu dengan naradidik secara kontinyu. Kebiasaan tersebut dibangun secara intensional dalam menampilkan pendidik sebagai gambar Kristus melalui pelaksanaan peran jabatan nabi, imam dan raja.  Dengan demikian naradidik diharapkan dapat melihat Kristus melalui kebiasaan yang dibangun pendidik Kristem sehingga naradidik dapat bertumbuh semakin mencintai Tuhan dan menyerupai Kristus.