Pertanian merupakan salah satu mata pencaharian terpenting bagi Indonesia. Beras merupakan sumber pangan yang sangat penting bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Dalam dunia pertanian, banyak hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas hasil panen. Proses penerapan penyemprotan pestisida memegang peranan penting dalam pengembangan agrikultur terutama secara otomatis. Petani secara manual menerapkan pestisida terhadap hama di ladang mereka dengan penyemprotan pada waktu tertentu. Dengan berkembangnya teknologi, lahirlah konsep Internet of Things. Sebuah konsep yang menggunakan internet karena kebutuhan akan sesuatu yang mempermudah kerja manusia. Penggunaan konsep Internet of Things di bidang pertanian dapat dilakukan untuk mempermudah pengelolaan pemeliharaan, dan pemantauan pertanian pada wilayah yang relatif luas. Hama tikus menjadi salah satu ancaman dalam sektor pertanian karena sifatnya yang agresif dan populasinya yang cepat berkembang, sehingga dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan menguji dan merancang sebuah prototipe sistem penyiraman pestisida secara otomatis berbasis Internet Of Things menggunakan mikrokontroler ESP32, dengan fokus utama mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan terutama pada hasil panen. Sistem ini memanfaatkan ramuan pestisida alami yang terbuat dari larutan bawang putih yang dihaluskan dan dicampur air, yang secara otomatis tersiram berdasarkan jadwal yang sudah diatur melalui modul RTC. Hasil pengujian menunjukkan debit penyiraman yang stabil (1,2-1,8 L/menit) serta respon tikus percobaan yang menghindar dari area yang terkena siraman larutan bawang putih, membuktikan efektivitas pestisida alami tersebut dalam mengusir tikus. Selain itu, penerapan IoT memungkinkan kontrol dan pemantauan jarak jauh secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas penanganan hama secara otomatis dibanding dengan cara manual.