Rosa Hanujiwati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERUBAHAN CARA BERPIKIR MENENTUKAN KUALITAS KARAKTER JEMAAT Rosa Hanujiwati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara perubahan cara berpikir (metanoia) dan kualitas karakter jemaat dalam konteks kehidupan beragama. Fenomena yang sering terjadi adalah adanya disparitas antara ajaran spiritual yang diterima dan perilaku sehari-hari jemaat. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman doktrin saja tidak cukup untuk membentuk karakter yang transformatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana proses perubahan cara berpikir, yang melampaui sekadar kognitif, secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter yang lebih berkualitas. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan observasi partisipatif. Data dikumpulkan melalui analisis teks-teks teologis, psikologis, serta wawancara mendalam dengan beberapa pemimpin spiritual dan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metanoia, sebagai proses perubahan pola pikir, pandangan, dan sikap secara mendalam, merupakan prasyarat utama untuk pembentukan karakter yang konsisten dengan nilai-nilai spiritual. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada tingkat intelektual, tetapi juga memengaruhi emosi, motivasi, dan kehendak. Ketika seseorang mengubah cara pandangnya tentang diri, sesama, dan Tuhan, maka perilakunya pun akan mengikuti, menghasilkan karakter yang lebih sabar, penuh kasih, dan berintegritas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas karakter jemaat sangat ditentukan oleh kedalaman dan keotentikan perubahan cara berpikir yang dialaminya. Perlu ada upaya yang lebih serius dalam praktik spiritual yang berfokus pada transformasi internal, bukan hanya kepatuhan eksternal. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pendidikan agama dan bimbingan spiritual, yang seharusnya lebih menekankan pada pembentukan metanoia sebagai fondasi utama untuk pertumbuhan karakter.