Ni’am, H. Syamsun
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wirid Dzikir Al-Ghafilin K.H. Achmad Siddiq (Upaya Pembaruan Tarekat): Wirid Dzikir Al-Ghafilin by K.H. Achmad Siddiq (An Effort in Renewing the Tariqa) Ni’am, H. Syamsun
Fenomena Vol 14 No 2 (2015): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v14i2.592

Abstract

According to Kyai Achmad, there are three terms derived from the Qur'an to describe the characteristics of Islam: at-tawassuf, al-i’tidal, and at-tawazan. These three can manifest in all aspects of religious, social, national, and state life. Therefore, Kyai Achmad coined the motto: “at-tawassuth wal i’tidal fi jami’il ahwal” can be reflected in the aspects of hablun minAllah wa hablun min an-nas. There are several fundamental reasons why research on Kyai Achmad Siddiq's Sufi thoughts was conducted. The findings of this research indicate that the teachings and practices of Sufism—especially the tariqa—by Kyai Achmad Siddiq necessitate an effort to renew tariqas that operate outside Sunni corridors. Furthermore, Kyai Achmad Siddiq's thoughts through his Sufi teachings have had profound and fundamental implications. Menurut Kyai Achmad, ada tiga istilah yang diambil dari al-Qur’an dalam menggambarkan karakteristik agama Islam, yaitu at-tawassuf, al-i’tidal dan at-tawazan. Ketiganya dapat termanifestasikan dalam semua aspek kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, Kyai Achmad membuat semboyan: “at-tawassuth wal i’tidal fi jami’il ahwal” bisa tercermin dalam aspek hablun minAllah wa hablun min an-nas. Ada beberapa alasan mendasar kenapa dilakukan penelitian tentang pemikiran tasawuf Kyai Achmad Siddiq. Temuan dari penelitian ini adalah ajaran dan praktek tasawuf—khususnya tarekat—Kyai Achmad Siddiq, adalah perlu adanya upaya pembaruan tarekat terhadap tarekat-tarekat yang menjalankan praktek-praktek tarekat di luar koridor Sunni, dan pemikiran Kyai Achmad Siddiq melalui ajaran-ajaran tasawufnya telah membantu implikasi jauh dan mendasar.