Ana Anggraini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Program Pendidikan Guru Penggerak dan Disiplin Guru Terhadap Kinerja Guru SMP di Kayuagung Ana Anggraini; Tri Widayatsih; Mahasir, Mahasir
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Pengembangan Kepemimpinan Guru dan disiplin guru terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Kayuagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian meliputi guru-guru SMP di Kayuagung yang mengikuti Program Guru Pengmobil dan guru-guru dengan tingkat disiplin yang bervariasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Penggerak Guru memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap kinerja guru. Disiplin guru juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, baik secara parsial maupun simultan dengan Program Guru Pengmobil. Temuan ini menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru dan penerapan disiplin untuk meningkatkan mutu pengajaran.
Pemahaman Mahasiswa tentang Kekerasan Seksual Verbal di Institusi Pendidikan Tinggi Ana Anggraini; Amalia Rahmawati; Mila Nur Khasanah; Basma Ilmida Fahmandani; Imawati Islamiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58498

Abstract

Studi ini meneliti pemahaman mahasiswa tentang kekerasan seksual verbal di lingkungan pendidikan tinggi. Kekerasan seksual verbal sering dinormalisasi sebagai bentuk humor atau interaksi sosial biasa di antara mahasiswa, sehingga pengakuan terhadap sifatnya sebagai kekerasan berbasis gender masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa mendefinisikan kekerasan seksual verbal, mengidentifikasi batasan antara humor dan kekerasan seksual verbal, dan mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi pada normalisasi perilaku tersebut di lingkungan akademik. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa dari berbagai fakultas di universitas-universitas di Kota Surakarta dan dilengkapi oleh informan ahli dari kalangan akademisi dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memahami kekerasan seksual verbal sebagai ucapan, lelucon, atau komentar yang melampaui batasan pribadi dan menyebabkan kerugian psikologis pada korban. Namun, kekerasan seksual verbal terus dinormalisasi karena budaya patriarki, rendahnya tingkat sensitivitas gender, dan praktik menyalahkan korban. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kesadaran gender dan penerapan program pendidikan pencegahan sangat penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.