Kuna, Nisya Fadhilla S.
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kadar CA 125 dan Kreatinin pada Pasien Kanker Ovarium Pasca Operasi dan Kemoterapi pada tahun 2021-2024 Kuna, Nisya Fadhilla S.; Shafriani, Nazula Rahma; Irfani, Farida Noor
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300n

Abstract

Ovarian cancer is a leading cause of death from gynecological cancer, with most cases diagnosed at an advanced stage. CA 125 and creatinine levels are frequently used to monitor therapy response and potential side effects of treatment on kidney function. The purpose of this study was to determine the CA 125 and creatinine levels in ovarian cancer patients after surgery and chemotherapy, and their relationship to patient characteristics, such as age, parity, chemotherapy cycle, and cancer stage at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta in 2021-2024. This study used a cross-sectional design, involving 32 patients, taken as a total sampling from the medical records of ovarian cancer patients undergoing surgery and chemotherapy. Furthermore, the data were analyzed using Fisher's exact test. The results showed that 78.1% of patients had normal CA 125 levels (≤35 U/mL) and 93.8% had normal creatinine levels (≤1.3 mg/dL). No significant association was found between CA 125 and creatinine levels and age, parity, chemotherapy cycles, or cancer stage (p > 0.05). This study shows that CA 125 and creatinine levels in post-therapy ovarian cancer patients are generally within normal limits and reflect a good response to therapy and relatively preserved kidney function.Keywords: ovarian cancer; CA 125; creatinine; chemotherapy ABSTRAK Kanker ovarium merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker ginekologi, dengan sebagian besar kasus terdiagnosis pada stadium lanjut. Pemeriksaan kadar CA 125 dan kreatinin sering digunakan untuk memantau respons terapi serta kemungkinan efek samping pengobatan terhadap fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar CA 125 dan kreatinin pada pasien kanker ovarium pasca operasi dan kemoterapi, serta hubungannya dengan karakteristik pasien, seperti usia, paritas, siklus kemoterapi, dan stadium kanker di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2021-2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 32 pasien, yang diambil secara total sampling dari data rekam medis pasien kanker ovarium yang menjalani operasi dan kemoterapi. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,1% pasien memiliki kadar CA 125 normal (≤35 U/mL) dan 93,8% memiliki kadar kreatinin normal (≤1,3 mg/dL). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kadar CA 125 maupun kreatinin dengan faktor usia, paritas, siklus kemoterapi, atau stadium kanker (p >0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar CA 125 dan kreatinin pada pasien kanker ovarium pasca terapi umumnya berada dalam batas normal dan mencerminkan respons terapi yang baik dan fungsi ginjal yang relatif terjaga. Kata kunci: kanker ovarium; CA 125; kreatinin; kemoterapi