Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kedudukan Anak Bungsu Laki-Laki Terhadap Rumah Peninggalan Orangtua Perspektif Adat Jawa dan Adat Batak Angkola: Studi Kasus di Kecamatan SOSA Adi Jungkar Harahap; Arifin Marpaung
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 3 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i3.5795

Abstract

This study discusses the psition of the youngest son regarding inherited houses based on the perspective of jawa customary law and batak angkola customary law. In the context of Indonesia’s culturally and legally plural society the aim of this article is to examine and compare the Jawa and Batak angkola customs concerning the position of the youngest son in relation to inherited family houses. It also seeks to reveal the faktors influencing the differences in the role of the youngest son in Jawa and Batak angkola traditions. The focus of this research is a case study in Sosa district. This study uses a comprative method with a qualitative approach, conducted through field studies in Sosa districtas the case study location. Data were collected through field observations, intervews with traditional leaders, religious figures, and family members who have directly experienced such issues. This research is expectedto contribute to the advancement of legal development in Indonesia, serve as a reference in the formulation of culturally oriented justice policies, and provide benefits to both the author and readers in general, as well as to Indonesian society at large.
Pemahaman Masyarakat Tentang Qodho dan Fidyah Puasa Perspektif Imam Syafi’i (Studi Kasus Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan) Hikmah Trio Ningsih; Arifin Marpaung
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 3 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v14i3.28926

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi ketidakselarasan antara praktik ibadah pengganti puasa Ramadan di masyarakat Kecamatan Air Joman dengan ketentuan normatif Fikih Imam Syafi’i. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan ketentuan Qodho dan Fidyah menurut pandangan Syafi’i, menggali tingkat pemahaman dan praktik masyarakat lokal, serta mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan antara keduanya. Kajian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode Studi Kasus (Field Research). Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap masyarakat dan tokoh agama setempat. Data empiris ini kemudian dianalisis dan ditinjau menggunakan Studi Pustaka (Library Research) terhadap karya ulama Syafi’iyyah (Al-Umm dan Al-Majmu’) sebagai kriteria standar. Secara hipotetis, temuan awal mengindikasikan bahwa pemahaman masyarakat bervariasi; meskipun mayoritas memahami kewajiban Qodho untuk uzur sementara (seperti haid), kekeliruan krusial terjadi pada ketentuan Fidyah. Khususnya pada kasus ibu hamil/menyusui yang meninggalkan puasa karena khawatir pada bayinya, di mana masyarakat sering kali hanya melakukan Qodho atau Fidyah saja, padahal ketentuan Syafi’i mewajibkan Qodho sekaligus Fidyah. Inkonsistensi ini dipengaruhi oleh dominasi tradisi lisan dan keterbatasan akses terhadap literatur fikih yang mendalam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi signifikan dalam peningkatan literasi keagamaan masyarakat Air Joman agar praktik ibadah mereka selaras dengan tuntunan Fikih Syafi’i.   Kata Kunci: Pemahaman, Qodho dan Fidyah, Puasa, Imam Syafi’i.